Otobiografi

Hidupku

posté le 18-03-2019 à 11:17:21

     Hari ini guru kesukaanku mengajar, mata pelajaran yang aku tunggu-tunggu   Bapak Sati selain Kepala Sekolah beliau juga merangkap guru Sejarah, waktu mengajar Sejarah aku dibuat terlena dengan gaya bicaranya dan menjelaskannya sungguh menarik sehingga memudahkan untuk dicerna,selain aku teman-temanku juga terkesan.

Sejarah tentang Revolusi Perancis,Kerajaan Perancis dan Napolion serta tentang Eropa beserta cuacanya membekas dihatiku. Ketika beliau bercerita tentang cuaca Eropa yang empat musim, membuat diriku sangat terkesan dan aku membayang bagaimana rasanya mengalami empat musim dan bagaimana rasanya musim semi/ Spring dimana banyak suara burung dan bunga-bunga mekar serta matahari yang hangat setelah tiga bulan musim salju/winter hmmmm... pastinya menyenangkan pikiranku menerawang  aacchhhhh... hal yang tidak mungkin aku akan alami. 

       Jualan emak berjalan dengan lancar  dan ini sungguh membantu kebutuhan ekonomi keluarga, walapun begitu mbah Ida juga tetap menyokong kehidupan kita, seperti uang Sekolah masih dibantu sama mbah.

Hari ini seisi rumah dikejutkan dengan berita, aku akan dapat adik baru lagi, ini kebahagian untukku akan dan adikku yang dikira akan menjadi si bungsu kaget dan membuatnya dia sedikit demam karena diumur 8 tahun dia tidak mengira akan mempunya adikku, ini bukan kesundulan .. kalau kesundulan umur 2 tahun atau 3 tahun punya adik, ini sebaliknya.

Ibu rajin mengontrol kehamilannya dengan mbah dan mbah perhatian sekali dengan kehamilan ibuku. Sembilan bulanpun berlalu lahirlah adikku dengan dibantu mbah tepatnya tgl 19 Nopember 1976 kami di rumah sibuk menyiapkan air hangat dll.

Alhamdulillahhh persalinan berjalan lancar dan aku diminta untuk membantu , aku ingat waktu aku diminta untuk mencuci ari-ari adikku, dengan dibantu bapak kalau tidak salah aku mengubur ari-ari dibelakang rumah. Pengalaman yang paling berharga untukku.

Akhirnya aku bisa memandang adikku yang kecil, mata yang indah, dan besar,kulit yang halus dan rambut yang lebat, ku elus-elus pipinya yang halus serta kuciumi.

Alangkah senangnya aku mendaapat adik kecil yang cantik , nanti siapa yacchhh namanya...akhirnya adikku kecilku diberi nama Indah Budiani dengan harapan akan menjadi anak yang berbudi indah nantinya dengan panggilan Iin itu juga aku ikut ambil andil dalam membuat nama setelah seleksi beberapa nama.

Kota Curup yang sepi dan tidak ada hiburan akhirnya  ada saluran TV , karena daerah pegunungan  maka harus memakai Parabola dan itu perlu duit baanyak.

Toko cina yang ada dijalan utama, adalah orang pertama yang mempunyai TV dan tidak jauh dari rumahku. Hanya menybrang jalan dan lewat gang tukang cukur kita bisa melihat TV. Banyak orang-orang datang kesana karena sipemilik rumahnya baik maka TVnya diletakkan di jendela rumah tingkatnya sehingga kita bisa melihat TV dan hiburan satu-satunya setelah Bioskop Sempurna, kalau bioskop tentu saja tidak gratis. Enggak kebayang bukan dimalam yang dingin menonton dengan memakai baju hangat,ada berkerudung sarung hanya ingin nonton TV yang merupakan barang baru di daerah yang kecil ini. Tapi cukup menghibur tapi ini tidak bertahaan lama sebab hawa dingin mengalahkan untuk pergi keluar dan merekapun hanya untuk membunuh rasa penasaran mereka saja.

Hajatan Penganten selalu ada Pesta muda-mudi di malam hari biasanya dimeriahkan dengan Band dan penyanyinya dari tamu undangan yang ingin menyumbangkan suaranya, tak heran banyak orang curup yang pandai bernyanyi. Tapi aku tidak ikut atau diundang sebab aku masih kecil , paling aku jadi penonton kalau acaranya tidak jauh dari rumahku.

 

 

 

 


 
 
posté le 15-03-2019 à 12:47:20

KENAIKKAN KELAS

         Akhirnya kenaikan kelaspun tiba, pagi itu aku siap-siap berangkat ke Sekolah begitupun kakakku . Tapi aku berangkat tidak bersama kakakku.

Hatiku dag dig dug..; naik atau tidak yacchhh untuk naik kelas saja aku sudah bersyukur alhamdulillahhh jangan harap untuk mendapat juara kelas,mengingat aku anak pindahan sekolah. Akhirnya wali kelas masuk ke kelas hatiku tambah dag dig dug bagai suara tambur , satu persatu temanku kedapan kelas menerima raport dari wali kelas, akhirnya gilirannku ,aku berenjak dari kursi sambil hatiku tak menentu takut tidak naik kelas , raport kuterima dari guru dan aku kembali ke kursiku dengan tangan gemetar serta hati yang masih bedegup kencang aku buka raport dan.......; alhamdulillahhh aku naik ke kelas duan dengan rasa tidak percaya aku amati lagi tulisan tidak naik dicoret jadi aku naik kelas.

Aku cepat-cepat pulang ke rumah dan aku memberi tahu kalau aku naik kelas, tapi berbeda dengan kakakku , kakakku tidak naik kelas jadi kakakku masih di kelas Dua, aku maklum pastinya kakakku mengalami banyak kesulitan dalam penyesuaian pelajaran.

Setelah libur satu bulan , kita duduk di kelas yang baru aku di kelas dua A dan kakakku di kelas dua B, kita tidak satu kelas.

Aku aktif di majalah didinding Sekolah , aku suka membuat sajak/puisi atau pantun sedang kakakku aktif di Olah Raga. Kakakku terkenal jago Basket  tak heran dia banyak teman beda dengan aku, aku hanya mempunya bebera teman dekat , sahabat karibku Musni. Kita sering janjian rambut kepang dua, kebetulan kita sama-sama rambut panjang. Kalau berangkat Sekolah atau istirahat Sekolah aku lebih sering dengan Musni. Aku juga punya teman namanya Surya, surya tergolong anak yang lincah dan agak nakal ini berbeda dengan aku, teman-temanku bilang aku anak penurut tak heran aku sering diajak Surya untuk menemani dia ke BRI, pada waktu itu surya sudah punya pacar salah satu pegawai BRI namanya Sudirman.

Kalau aku diajak Surya surya ngobrol sama pacarnya aku hanya bisa memandang mereka , aku tidak tahu apa yang mereka  bicarakan dan aku juga tidak ingin cari tahu.

Di Sekolah aku suka banget dengan mata pelajaran bhs. Inggris,Sejarah  dan seni, menggambar pinyet itu kesukaanku , kadang aku membuat gambar pinyet untuk majalah dinding sekolah .

Aku tidak suka Olah Raga, tapi walaupun begitu aku suka basket walau untuk memasukkan bola ke keranjang jarang goa karena aku tidak tergolong tinggi  paling tidak lumayan dibandingkan dengan olah raga lainnya.  

kalau Volly jangan ditanya aku akan menyerah untuk memukul bola tidak akan berhasil, beruntug aku di Raport nilai Olag Raganya tidak merah.

 

 

 

 


 
 
posté le 11-03-2019 à 09:33:55

WARUNG EMAK

        Tibalah waktunya emak membuka usaha sesuai dengan rencana sebelumnya, dengan bermodalkan uang seadanya yang masih tersisa dari gaji emak dan uang bonus dari majikan emak yang baik , sebetulnya majikan emak sangat keberatan emak keluar karena sudah cocok dengan masakan emak tapi apa boleh buat, direlakan juga.

Pagi ini emak dibantu dengan seluruh keluarga menyiapkan dagangan, meja diletakkan di depan rumah, diatasnya diletakkan Etalase  kaca ukuran  1 x1 m dan cobek  terbuat dari batu agak besar serta keperluan lainnya, pagi ini emak dengan semangat dan muka berseri-seri menyiapkan segalanya, emak berpakaian kebaya rapi dengan konde kecil dikepala , kata emak jika kita berjualan kita harus rapih dan bersih sehingga orang tertarik untk membeli dagangan kita. Bapak ikut mengatur dan menyusun meja untuk orang yang makan sebelum bapak berangkat kerja. Aku membantu menyapu lantai dan mengepel nya, karena lantai yang di ruang dalam terbuat dari papan aku mengepelnya dengan lilin dan dicampur dengan minya tanah, tentu aja aku belajar dari pemilik rumah.

Dua meja panjang disusun di sebelah kanan dan kiri terbuat dari papan dan beralaskan plastik sebagai taplak mejanya beberapa kursi plastik tersusun disana. Untuk ruang tamu dipakai juga untuk makan jika diruang depan penuh jadi merupakan ruang cadangan, ruang tamu sudah rapi dan dan bersih.

Akhirnya ada pembeli pertama dan makan lotek buatan emak, lotek emak sangat enak aku sangat suka jika emak membuat lotek, emak pintar masak dan masakannya sangat enak. Aku belajar masak dari emak , emak dengan sabar mengaajari aku masak.

Hari ini ada beberapa pembeli ada yang dimakan di warung dan ada yang dibungkus dibawa pulang, aku membantu emak setelah pulang sekolah.

Akhirnya jualan emak hari demi hari mengalami kemajuan dan seperti biasa aku membantu emak menyiapkan minum,mencuci piring dsb.

Warung emakpun mulai dikenal dan emak mulai banyak pelanggan, bapak masih seperti biasa bekerja dan kita seperti biasa rutinitas dengan kegiatan kita sehari-hari.

Musim Durenpun tiba dipinggir jalan,dipasar banyak orang jualan Duren.

Bapak dan temannya ingin mencari tambahan penghasilan, bapak dan temennya pergi mencari Duren  untuk dijual.

Dengan semangat bapak dan temannya menggelar Duren untuk dijual di depan Toko yang sudah tutup disore hari, bapak jual Duren setelah pulang kerja.

Malam itu bapak menyiapkan sarung dan dan minum utuntuk siap-siap berjualan.

Aku bertanya kepada bapak melihat bapak hendak pergi " pak mau jualan ? bapak enggak tidur di rumah ?  , iya Tik.; doain bapak jualannya laku yachhh.....

aku memandang kepergian bapak untuk mencari tambahan uang, alangkah kasihan bapakku demi keluarga tidak tidur dan kedinginan untuk keluarga, aku membayangkan bapakku begadang berjualan duren, air mataku menggenang di pelupuk mata, buru-buru kuhapus air mataku agar tidak terlihat kalau aku menangs.

Esok paginya bapak pulang dengan penasaran aku bertanya .. pak laris jualannya ?

dengan jawaban datar bapak menjawab hanya laku beberapa butir,  aku melihat bapak menenteng beberapa butir Duren yang masih tersisa.

Berikutnya bapak tidak berjualan duren lagi, mungkin bapak dan temannya memang tidak punya bakat dagang.

Hari-hariku diisi belajar giat karena aku harus naik kelas,pergi ke masjid subuh dan magrib,sekolah dan membantu emak jualan setelah pulang sekolah serta kursus bhs. Inggris ke rumah guruku pak Sofrin.

Aku tidak banyak berbicara sebab aku tidak bisa bhs. curup dan aku hanya bisa  berbicara bhs. jakarta  untuk itu aku lebih baik diam karena aku tidak mau dibilang sok jakarta. dirumah pernah aku ingin berbicara bhs. curup tapi ditertawai oleh kakakku karena bahasaku kaku sehingga aku memutuskan untuk berbicara bhs. Indonesia saja, aku pikir itu jalan tengahnya.

 

 

 


 
 
posté le 07-03-2019 à 06:41:01

SEKOLAH BARU, TEMAN BARU


 

       Seminggu Idul Fitri telah berlalu, bapak mulai bekerja dengan pekerjaannya di Percetakan Pemda (Pemertintah Daerah ) sebagai karyawan baru honorer,adik laki-laki juga mulai masuk SD tp aku lupa nama SD-nya dan aku beserta kakakku mulai masuk di sekolahan kita yang baru SMP PGRI 98.

Sekolahan kita dekat Lapangan sepang bola dengan rumput hijau terhampar luas dan sebelah sekolah kita ada Institut agama Islam. Semua terbuat dari tembok papan dan atap seng termasuk sekolahan kita. 

Sekolahan kita hanya terdiri 4 ruangan dan barang tentu ada kelas siang karena keterbatasan ruang kelas. Ruang guru,dapur dan sumur dibelakang dapur.

Kantin tidak ada jadi kalau kita istirahat kita membeli makanan tidak jauh dari Sekolah.

Depan ruang kantor tergantung besi untuk Bel sebagai tanda waktu jam belajar dimulai,waktu istirahat dan waktu pulang atau pelajaran selesai.

Sebelah kanan dari Sekolah kita ada rumah gedung  dan bagus, pemiliknya adalah orang terkaya di Curup.

Dipagi yang dingin aku dibawah seorang guru kedalam kelas, kelasku di sebelah kantor guru,  aku di depan kelas dan diperkenal kepada teman-teman baruku. Aku anak pindahan dimana aku harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, pelajaran yang baru dimana perbedaan pelajaran antara Jakarta dan Curup pada waktu itu, untuk contohnya aku belum pernah belajar Aljabar karena di jakarta aku belajar Matmatika serta panduan buku pelajarannya yang jauh berbeda.

Aku masuk ke sekolahan yang baru disaat satu semester lagi akan kenaikan kelas ke Kls 2 , hal ini yang memicu aku untuk giat belajar.

Apakah aku akan bisa mendapat juara kelas ? mengingat semua serba baru untukku, hal yang pertama aku kejar, aku harus mengejar pelajaran yang ketinggalan selama ini  untuk tarap yang pertama aku harus naik kelas dua;

Begitu pulang dari Sekolah, aku bicara sama bapak untuk menjadi juara kelas seperti di Jakarta ini sulit karena pelajarannya jauh berbeda sedang aku sudah banyak ketinggalan dan akhir entah kenapa tiba-tiba mbah bilang kalau aku untuk kerumah salah satu guruku untuk Kursus, kebetulan aku suka sekali ini mata pelajaran Bhs. Inggris dan setiap seminggu sekali aku datang ke rumah guru untuk kursus prifat. 

Guru bhs. Inggrisku adalah anak Kepala Sekolah serta keluarganya kenal dekat dengan mbah, mereka sudah seperti keluarga.

Sekolah dan kerja bapak berjalan lancar, hari-hari berjalan seperti biasa dan mbah masih menyokong kehidupan kita. Kita diwaktu malam selalu berkumpul di ruang tamu bersama tanpa TV dan hiburan kita Tape Piringan Hitam Kuno yang diberi dari mbah, bapak suka musik itu hiburan bapak disaat lelah bekerja dengan mendengarkan piringan hitam. Adangkala piringan hitamnya sedikit rusak sehingga pas syair Bengawan Solo.... Solo.. solo.. Solo.. aku cepat-cepat bergegas mengangkat batagannya sehingga lagunya tidak berulang-ulang lagi.

Curup kota yang nyaman, didepan rumah masih suka lewat Gerobak dengan membawa rumput,sayuran yang ditarik Kerbau ini pemandangan yang tidak aku jumpai di Jakarta, yang lebih berkesan lagi pernah aku dan seisi rumah tergopoh-gopoh keluar halaman  rumah mendengar suara Kentongan  dipukul seseorang  " Dong .. Dong... dong..." suara kentongan terbuat tembaga berbunyi , kita orang baru terkejut ada apa apa itu .... ? ternyata Pengumuman dari Kantor Kelurahan agar hari Minggu warga berkumpul di Kelurahan ada sesuatu yang akan disampaikan.

Betul-betul pengalaman yang menarik yang aku alami, Curup benar-benar kota kecil yang menarik dan nyaman untukku.

 

 

 

 

 


 
 
 

Ajouter un commentaire

Pseudo : Réserve ton pseudo ici
Email :
Site :
Commentaire :

Smileys

 
 
 
Rappel article