Otobiografi

Hidupku

posté le 10-06-2018 à 11:22:26

       Aku juga anak kecil yang kadang terpengaruh dengan teman , seperti halnya ketika mengaji,pernah teman-teman bicara yuk kita pindah ada pengajian yang lebih enak gurunya tapi jauh dan kitapun pindah kepengajian yang lebih jauh tapi saya tidak bertahan lama, entah dengan teman-teman yang lainnya tapi seingat saya ada yang mengikuti aku keluar dan pindah lagi kepangajian yang menurut kami lebih baik. 

Akhirnya kami menemukan pengajian yang letaknya tidak terlalu jauh tapi lumayanlah, pengajian yang memakai kelas besar dan kecil, saya temasuk kelas kecil.

Letaknya dekat kuburan dan ngajinya malam selepas magrib, disini saya punya kenangan yang sangat lucu dan menyenangkan.

Aku dan teman-teman pergi ke Pengajian jika pulang pastinya agak malam dan pada waktu itu listrik belum masuk di kampung kami, jadi kita menyiapkan obor yg terbuat dari bambu dan minyak tanah ada pula batang dari daun pepaya diisi dengan minyak tanah dan sumbunya dari gombalan yang tidak terpakai.

dimalam gelap gulita kami beberapa orang anak laki-laki dan perempuan dengan obor disebelah kiri dan al'quran kecil disebelah kanan pulang dari ngaji, seperti biasa kita lewat dikuburan anak kecil disebelah rumah, anak laki-laki dengan kenakalannya menakuti anak-anak perempuan " ayoooooooo itu ada hantuuu..... karuan kita yang perempuan teriak dan lebih menakutkan lagi , salah seorang dari mereka meniup obor kita anak perempuan, ada yang nangis karena takut,ada yang nangis karena sandalnya diinjak teman dan ada pula nangis karena sandalnya terlepas dari kakinya,kejahilan anak-anak yang menyenangkan.

Aku  sebenarnya juga termasuk anak yang suka jahil dan agak bandel,tapi bandelku masih dalam tarap wajar, saya akan membela teman jika anggapan saya kalau dia perlu dan patut dibela,ini adalah opini seorang anak kecil .

Dalam hal permainan saya dan teman-teman membuat permainan sendiri dengan yang ada dilingkungan kami, anak laki-laki membuat permainan kuda-kudaan dari pelepah pisang dan anak perempuan main masak-masakan dengan daun-daun yang ada disekitar kami.

Terang bulan itu yang kita tunggu-tunggu sehingga kita bisa bermain dihalaman dengan menyanyikan :  Bintang kecil dilangit yang tinggi,amat banyak menghias angkasa, aku ingin terbang dan menari, jauh tinggi ketempat kau berada

Bermain ular-ularan dan kejar-kejaran dan permainan lainnya, menyenangkan sekali kita bermain sampai orang tua kita teriak-teriak memanggil kami  untuk berhenti bermain . Ingin rasanya kebahagian bulan purnama kita nikmati sepanjang malam.

 

 


 


 
 
posté le 09-06-2018 à 10:25:38

    Aku termasuk anak kecil yang aktif,banyak teman serta lincah sangkeng lincahnya berjalanpun hampir mirip setengah lari, tak heran sering jatuh .

Sekerang kalau aku lihat anak jatuh ketika sedang berlari memoryku kembali kemasa masa silam  he he he he

Aku walau lincah tergolong anak yang lemah, sering pingsan jika tulang siku  atau apalah yang berhubung dengan tulang terantuk benda , pernah sedang asik bermain di teras rumah tulang jari-jariku terantuk pemainan dan pingsan, ketika sadar ibu sedang mengeroki diriku (Kerokan = mengerok seluruh badan dengan koin dan minyak,bisa dengan minyak goreng,balsem atau minyak kayu putih) , ini tradisi sebagian besar orang indonesia saat itu jika keadaan darurat. 

Tak luput juga ibuku yang sedikit-sedikit kerokan,sakit perut ,masuk angin,demam,pala pusing pasti dechhh dikerok dan anehnya sembuh , ini apa karena dari kepercayaan kita akan sembuh, tapi semua itu tak luput dari campur tangan Allah.

Keluargaku tidak termasuk religius sekali tapi ibu selalu menanamkan agama didiri anak-anaknya dan saya termasuk anak yang patuh sesuai dengan namaku Tuti yang artinya TA'AT diambil dari Al'quran.

Kebetulan lingkunganku termasuk lingkungan yang taat beragama dan anak-anak seusiaku belajar ngaji, saya ingat ... pertama saya ngaji ditetangga depan rumah diseberang jalan,dengan meja kayu panjang dan kursi panjang tersedia disana.

Sesuai umur kita  belajar Al'quran yang surat pendek  ,sistimnya hapalan jika hapal baru diganti dengan Surah berikutnya dan ini dilakukan bergilir sesuai dengan yang pertama datang. Barang tentu saya yang pertama datang karena belum waktunya saya sering lebih dahulu meletakkan Al'quran dimeja pertama dan pulang, begitu waktunya saya kembali lagi maka tetap pertama hhmmmmm.... anak kecil yang berlomba-lomba ingin yang pertama.

Ibuku selalu berpesan .. Tuti, jika orang meminta pertolongan padamu jangan sekali-kali kamu mengharapkan upah ,berkali-kali ibu berpesan seperti itu.

Jika kamu berjalan kamu lihat kulit pisang atau beling singkirkan karena itu akan melukai orang lain yang lewat dan kamu akan dapat pahala dari Allah. 

Alhamdulillahhh aku punya ibu yang sangat perhatian dan sabar mendidik anak-anaknya,ibuku yang super. Terima kasihku yang tak terhingga untukmu ibuku tercinta,air mataku mengalir ketika menulis karena jauh darimu ibu dipisahkan antar benua. 

 


 
 
posté le 08-06-2018 à 08:40:50

Saya berada di Restauran di Suro Baru Kepahiang Bengkulu Indonesia. 

 


Commentaires

 

1. Fanny39  le 08-06-2018 à 10:22:40  (site)

Félicitations, Bon Vendredi et bon week end end à l'approche de l'été

2. tutisunaryati  le 09-06-2018 à 10:27:24  (site)

Merci beaucoup Fanny. Bonne journée.

 
 
 
posté le 07-06-2018 à 17:35:02

                                             Masa kecilku

 

        Hari ini aku mulai menulis lagi setelah absen lama tidak menulis, ini karena berawal dari sentilan dari seorang kawan lama semasa SMA yang sekarang sudah menjadi seorang penulis dan seorang Prof Sastra Melayu Islam. Kita bertemu lagi di Group SMAN-81 dan menyarankan  untuk menulis kisah hidupku.

 

        Baiklah semua diawali dengan kenapa aku bisa tinggal di kota kecil Perancis diwilayah Alsace kota kecil yang bernama Feldkirch yang penduduknya sedikit kira-kira  940 orang,walau kota kecil tapi rumahnya teratur,jauh dari  polusi,nyaman,tenang dan burung-burung bebas beterbangan kian kemari tanpa rasa was-was diburu dengan pemburu burung yang hanya untuk memenuhi hasrat hobby mereka. Tapi tidak untuk di Perancis dimana binatang benar-benar dilindungi satu kata membunuh binatang masuk penjara.                                                           Aku dan suami tinggal disebuah apartemen sewaan, jadi bukan apartemen milik pribadi, disebelah apartemen kita sawah, persawan yang luas, yang dikerjakan secara modren cukup satu atau dua orang saja untuk mengerjakannya,cobalah negeraku seperti ini maka hasil pertanian negaraku akan berlimpah ,mengingat anak-anak  mudanya lebih suka bekerja di kota dari pada menggarap sawah dikampungnya.

 

Jadi aku pikir dengan peralatan modren cukup sedikit orang tapi menghasilkan banyak, acchhhh ini semua ini hanya angan-anganku   tapi why not..orang bule bilang the dreaming will be come true aamiin.                                                 Baiklah bukan ini yang pertama yang ingin aku ceritakan tapi pertama aku ingin flash back kembali , menceritakan masa kecilku  yang penuh dengan kenangan yang tak terlupakan .

Aku anak kedua dari lima bersaudara, kami dua laki-laki dan tiga perempuan.  Kami bukan dari kalangan orang berada .Saya lahir di kota Jogyakarta , bapak asli jogja dan ibu asli Sala Tiga, tidak heran jika pergi ke jogja banyak family dari ayah yang berada disana,sangkeng banyaknya sampai tidak tau lagi jika masih ada ikatan keluarga. Jika ke Sala Tiga maka banyak family dari keluarga ibu.Saya dibesarkan diperantauan sejak kira-kira umur lima tahun saya ikut bapak ke Jakarta, kata ibu agar bapak ada yang menemani di perantauan tak heran saya dekat sama bapak, karena selama setahun saya hidup bersama bapak mandi,makan,tidur yang mengurus bapak, pasti heran bukan.....? kok bisa kerja sambil mengurus anak, anak kecil pula. Bapak bekerja dipercetakan milik salah seorang istri jendral dimana rumah dan tempat kerja bapak jadi satu. Sebuah rumah Gedong besar dan bagus, banyak kamar kalau egk salah sekitar lima kamar orang sekelilingku bilang kalau saya bermain mereka bilang anak gedong padahal mereka tidak tau kalau itu bukan rumah kami,kami hanyalah numpang . Baru setahun kemudian ibu bersama mas dan adikku menyusul ke jakarta. Waktu itu kita masih tiga bersaudara dan hanya diriku yang perempuan, masku dan adik laki-laki.

Waktu itu Jakarta masih sepi tidak seperti sekarang macet dan polusi, Jakarta dulu adalah Jakarta yang tidak banyak polusi,banyak pohon-pohon dengan gerobak ditarik sapi masih menghiasi jalanan.

Kami tinggal di Tegal Parang, pada waktu itu Tegal Parang masih dikatakan Kampung, sekitar kami  masyarakat Betawi asli dan orang jawa tengah hanya dua keluarga. Agak jauh dari rumah kami adalah rumah seorang jendral dan rumahnya dijaga ketat, saya suka bermain dengan kerumah teman yang tinggal bersebelahan dengan rumah jendral, namanya anak-anak keinginan tahuan seorang anak besar kadang saya dan teman berusaha melihat rumah sebelah tapi terhalang dengan tembok yang tinggi.

Masa kecil dikelilingi oleh masyarakat betawi asli yang kental dengan kebudayaannya dan bahasa sehari-hari berbahasa betawi ,membuat saya luntur bahasa jawanya, hanya dalam waktu setahun bahasa betawi sudah melekat pada diri saya untuk berbicara sehari-hari. Ini membuat ibuku woooo.... Tuti bahasa jawamu sudah luntur (bahasa jawa yang dimaksud adalah bahasa jawa tengah).                                        Tapi walaupun begitu kebudayaan jawa tengah tidak luntur,saya,adik dan mas suka bermain wayang orang dengan membuat topi dari  daun nangka dan disambung dengan lidi, biasanya masku sering menjadi Werkudoro tokoh perwayang yang kuat dan perkasa dengan menggunakan tas belanja ibuku ini sungguh menggelikan tapi menyenangkan jika mengingat itu semua  memory yang tak terlupakan.......

Orang betawi punya kebiasaan sarapan pagi dengan kopi kental,teh kental,pisang goreng,ubi goreng dan kacang kulit . Sarapan pagi mereka menamakannya NYAHI.

 

 

 


 
 
posté le 07-06-2018 à 16:14:47

Préface...

Bonjour, bonjour !

 

Ici Bruno (Johnmarcel), mari deTuti...

J'ai conseillé à ma femme d'utiliser un blog afin d'y écrire son autobiographie, ou receuil de souvenirs, ou textes relatifs à sa vie...

C'est moins risqué que de tout laisser sur l'ordinateur qui peut, des fois, tomber en panne, se faire pirater, choper des virus, etc...

Un blog peut avoir des panne également... m'enfin y a toujours quelqu'un pour réparer...

 

Donc la suite de ce blog sera exclusivement en indonésien... 

 


Commentaires

 

1. johnmarcel  le 07-06-2018 à 16:22:32  (site)

Panne prend un s au bout quand elle est au pluriel nom d'un p'tit bonhomme !

 
 
 
 

Ajouter un commentaire

Pseudo : Réserve ton pseudo ici
Email :
Site :
Commentaire :

Smileys

 
 
 
Rappel article