Otobiografi

Hidupku

posté le 19-07-2018 à 17:52:23

                 Pulang Sekolah perut lapar, tanpa cuci tangan segera menyendok nasi, heittt.... ditepisnya tanganku yang kecil ini oleh tangan ibuku " cuci tangan dulu "

akupun berlari ke dapur ketempat cuci piring, lalu kembali lagi ke meja makan menyendok nasi  sayur bening bayam campur jagung dan  tempe goreng untukku nikmatnya luar biasa, astagfirullahhh lupa aku membaca bismillah. Akupun membaca bismillahirrohmannnirohimmm  dengan lahap aku makan. alhamdulillahhh......

Perutku penuh terasa ngantuk..... ibu memanggilku dari kamar sambil  ngelonin adikku yang kecil sementara bapakku dan beberapa teman bapak sedang bekerja diruang  kerja. adikku laki-laki dan kakakku masih diruang makan. 

Aku pergi kekamar orang tuaku, ibuku berkata " jangan lupa cuci piring, sesudah itu cuci piring dan jangan main keluar, tidur siang " ,aku kembali ke ruang makan bapakku sudah diruang kerjanya bersama beberapa teman seperti biasa ada yang mengatur huruf-huruf ada dirangkai menjadi kalimat,ada yang bagian memotong kertas,ada yang bagian mencetak dengan mesin cetak yang manual tanpa listrik maklum waktu itu  listrik belum masuk ke kampung kami, jadi kalau malam kita menggunakan lampu Petromax atau lampu Teplok, aku suka memperhatikan mereka , keingin tahuanku besar dalam menyusun huruf  tapi aku belum bisa membaca .

Waktu mereka kerja aku tidak boleh disana karena mengganggu mereka kerja.

Aku masih punya tugas, aku membereskan meja makan karena aku masih kecil aku meja terlalu tinggi untukku. Kutarik kursi makan yang joknya terbuat dari anyaman lalu aku naik ke kursi untuk mengambil piring-piring kosong untuk kami yang masih kecil ibu memberi kami  piring yang terbuat dari kaleng tepatnya piringkaleng

Piring-piring kotor kubawa kedapur dengan mengambil air dari bak mandi, selesai sudah pekerjaanku lalu kuambil sapu ijuk untuk menyapu ruang makan, dengan agak terseok-seok sapu ditanganku yang kecil.

Selesai itu aku tidur tapi kadang aku tidak mematuhi perintah ibuku seperti hari ini aku sudah janji dengan teman-temanku untuk bermain, dengan mengendap-endap aku ke kamar orang tuaku dengan berharap ibuku sudah tidur dan aku lihat benar ibuku tidur nyenyak dengan si kecil dan aku kembali keruang makan, ruang makan kami luas , aku melintasi ruang makan dengan perlahan kubuka pintu depan dan menutupnya kembali  ammaannn..... lalu kehalaman pelan-pelan kubuka pintu gerbang dan menutupnya kembali tanpa suara. aku lari kerumah teman diseberang jalan kami sudah berjanji cari buah mangga karena saat ini sedang musim mangga

Aku dan temanku pergi ke pohon mangga milik pak haji yang letaknya dipinggir jalan kita duduk dibawah pohon mangga yang tinggi dan rindang dan kita bersepakat jika mangga jatuh mana yang pertama dapat mengambil akan akan memilikinya, jadi kita berebut dan perjanjian kita jika mangga jatuh diatas kepala salah satu diantara kita maka otomatis itu hak yang bersangkutan.

Dengan angin sepoi-sepoi aku dan teman masih menunggu dibawah pohon sambil menyanyi : Angin puyuh .. kereta besar,pohonan layu sudah asar . 

Berkali-kali kami bernyanyi dan mangga tidak juga jatuh dan akhirnya  kamipun tertidur dengan angin yang sepoi-sepoi dan tiba-tiba  BUK !! telinga kami mendengar sesuatu dan saya bergerak cepat mencari sesuatu dan disusul temanku mencari karena kami yakin itu suara mangga jatuh, aku bergerak kesemak-semak dengan harapan menemukan mangga disana, dan betul  " Hore .... !! aku dapat " dengan senangnya aku ambil mangga walau tidak terlalu besar tapi itu merupakan kebahagianku yang terbesar. Ashr tiba dan kamipun pulang kerumah aku tidak mau terlalu lama takut ibuku sudah bangun. Hari ini pemburuan buah mangga yang menyenangkan bersama teman, dia teman karibku tapi aku lupa namanya kalau tidak salah namanya AAm, aku ingat orang-orang memanggil ayahnya dengan sebutan Bang Enjek.  Kita karib tapi kita juga kadang bermusuhan , itu hal yang biasa untuk anak seusia kami.

Kadang kami bermusuhan sangat lama, pernah kami berantam jambak-jambakan dan ketika kita berbaikan perlu perantara untuk berbaikan.

 

 

 


 
 
posté le 11-07-2018 à 17:30:18

          Th 1968 awal aku masuk sekolah, pada waktu itu masuk sekolah SD (Sekolah Dasar) tidak harus melalui Sekolah Taman Kanak-Kanak. 

Cukup dengan tangan diletakkan diatas kepala dan jika menyentuh kuping boleh masuk SD, karena aku ingin sekali sekolah maka jauh hari sebelum pendaftaran sekolah aku latihan terus agar diterima sekolah.

Pendaftaranpun tiba dengan diantar bapakku aku tiba di SD Mampang Prapatan, SD Negeri, banyak anak-anak sepantar aku disana untuk mendaftar.

Dengan rasa dag dig giliran aku dites tangan kecilkupun dengan mudah menyampai telinga karena hampir tiap hari aku latihan, alhamdulillahhh  akhirnya diterima juga aku jadi murid SD, kakakku bersekolah di SD yang sama hanya kakakku lebih dahulu masuk sekolah. Ssekolahan kami dekat Pasar Mampang Prapatan.

Pada hari yang ditentukan akupun masuk sekolah ,pada waktu itu SD belum mewajibkan muridnya memakai seragam dan aku memakai pakaian bebas.

Hari yang cerah menyambut kedatanganku di ruangan SD kelas 1 , aku duduk dibarisan sebelah kiri yang diperuntukkan anak kelas satu yang besar dan yang disebelah baris disebelah kanan diperuntukkan SD kelas 1 kecil.

Aku melihat anak perempuan kecil rambut lurus hitam,kulit sawo matang dengan muka berbentuk oval duduk di barisan kanan, nachhhh itu dia sepupuku Yuli.

Yuli anak dari bulekku anak, jadi mamanya yuli adik bapakku.

Ruangan kelas 1 cukup besar , ada empat baris kursi dan berlantai semen adapun didinding sekolahku terbuat dari kayu dan di cat kapur berwarna putih dan atasnya didinding memakai kawat agar udara masuk tidak panas.

Hari Pertamapun kulalui dengan bahagia, bertambah teman,suasana sekolah yang menyenangkan perkenalan para dari teman ada yang lucu dalam perkenalan, sehingga membuat guru dan teman-teman lain tertawa semua kuceritakan pada bapak dan ibu dirumah.

Aku punya om dan bulek tinggal di Gatot Subroto, tepatnya di tempat yang sekarang dijadikan Musium ABRI Satia Mandala. Saya sering diajak bapak kerumah bulek dengan mengendarai sepeda,kelihatan bapakku sering kesana membicarakan masalah kerja maklum om dan bapak satu kerja hanya bagiannya saja yang berbeda, omku menjadi orang kepercayaan boss dan tidak heran keluarga om berkecukupan alias kaya ,pada waktu itu punya mobil,tinggal di rumah gedong dengan halaman luas ada pohon rambutan,buni dll. Omku anaknya banyak tapi aku lupa pada waktu itu hanya aku ingat ada anak perempuannya yaitu mbaknya Yuli yang umurnya hampir sepantar denganku dia lebih tua sebulan dariku.

Bulek dan omku sangat perhatian dan sayang padaku, aku senang kalau diajak bapak kesana soalnya bisa main ayunan yang ada pohon rambutan.

Ayunan yang terbuat dari tambang besar dan tempat duduknya terbuat dari papan, aku kalau main ayunan suka sampai tinggi dibantu dorong oleh anak bulekku Aas atau yuli, sampai bisa lihat orang diluar pagar dan kami bergantian. 

Pokoknya aku suka sekali main kerumah omku dan kalau pulang aku duduk didepan sepeda bapakku dengan kursi rotan , itu dulu waktu aku belum sekolah tapi setelah sekolah badan agak besar kursi rotan didepan tidak cukup lagi dan aku dibonceng oleh bapakku dibelakang, agar aku tidak jatuh karena  maka bulekku mengikat kakiku katanya agar kakiku tidak masuk dijeruji da kalau ngantuk tidak jatuh hhmmmmmm lucunya  tapi kalau dipikir ada benarnya juga.

         Adik kecilku sudah mulai tumbuh besar dan ibu agak kerepotan karena menjaga empat orang anak dan mba Parni sudah kembali ke rumahnya di Cawang jadi aku anak perempuan pertama aku diberi tugas menjaga adik kadang aku merasa sedih tidak bisa bermain dengan teman-temanku, maklum namanya juga anak-anak merasa beban jika menjaga adik.

Rumahku karena besar teman-temanku suka bermain dirumahku kita bermain rebana dan adik laki-lakiku sering ikut mendengarkan duduk dipinggiran rumah dan dia pernah jatuh,berdarah saya panik tapi beruntung aku punya ibu yang sigap dan cekatan ibu langsung metik daun singkong disamping rumah, ditumbuk dan diletakkan dikepala yang mengeluarkan darah cukup untuk pertolongan pertama dan darahpun berrhenti.

Aku punya kebiasaan jika ibu masak ayam tangan aku tidak cuci aku berlari kerumah teman dan tanganku kusodorkan ke hidung teman-temanku agar mereka tahu aku habis makan enak , ceritanya pamerrrr  he he he

Bapakku adalah bapak yang kreatif, dia suka bercocok tanam dia memanfaatkan halaman yang kosong dengan menanam pohon singkong,ubi jalar,kacang tanah,jagung dan pohon pepaya.

Pohon pepaya kami banyak buahnya, saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha tetangga banyak yang minta buah pepaya mentah untuk sayur ketupat; Untuk sayur sambal godog dicampur dengan kacang panjang hmmmm nikmat .

Bapakku juga suka melihahara ayam kampung dan kelinci, aku suka sekali dengan kelinciku aku juga sering bermain dengan kelinciku bagaikan cerita dalam dongeng dibuku-buku yang sering ibuku baca sebelum aku tidur.

akupun suka dengan kucing kali punya kucing induk dan anaknya, aku sering bermain dengan anak kucing dan tanganku penuh dengan cakaran kucing.

 

 

 

 


 
 
posté le 03-07-2018 à 14:50:27

                    Th 1967 aku dapat adik baru yang lucu dan cantik, tentu saja dia cantik karena dia perempuan, dengan mata besar dan kulit agak bersih tidak seperti diriku yang punya kulit sawo matang dan mata sipit. Kata ibuku mata adikku mirip tetangga yang namanya bu Tien, ntah kenapa dikeluarga hanya diriku yang punya mata sipit.

Waktu kami tinggal di jogja dan aku masih kecil sekali, dengan rambut dikucir keatas, mata sipit,kulit gelap,perut agak buncit serta pipi tembem orang-orang menjuluki DAKOCAN , buneka dari karet yang terkenal pada waktu itu.

                    Ketika ibuku  lihat adik kecilku ini  kadang dengan nada becanda bilang ke bapak " matanya besar karena ngidam jengkol, jadi matanya sebesar jengkol " bapakku pun tertawa mendengar kelakar ibuku, memang waktu hamil ibuku sering makan jengkol digoreng, kebetulan dihalaman rumah kami ada pohon jengkol,Sirsak dan grendang. di pohon grendang aku sering melihat Kupu-kupu besar dan indah, kami menjulukinya kupu-kupu gajah sebelum menjadi kupu-kupu ada kopompong di pohon grendang, kepompongnya berwarna bagus sekali .

                    Adikku lahir dengan seorang Dukun beranak, karena jauh dari rumah sakit dan tidak ada bidan pada waktu itu. Waktu ibuku melahirkan tanpa menunggu Dukun beranak lahirlah adikku   kedunia,ketika dukun beranak datang aku ingat adikku diletakkan di Pengki dari anyaman bambu (tempat untuk menyerok sampah) pengki yang masih baru belum pernah dipakai karena tidak menemukan tampah.

Aku ingat ada seseorang bilang ke aku, tuti jaga ya jangan sampai nanti ada kucing, dengan patuhnya aku mengikuti perintah itu, aku lupa siapa yang bilang ke aku. yang aku ingat aku senang sekali dapat adik baru berarti dia anak ke- empat didalam keluarga jadi kini kita dua perempuan dan dua laki-laki. Dua pasang dan aku punya teman. OOOHHHHHH yaccchhhh ada yang aku lupa dulu waktu aku belum punya adik baru perempuan, aku perempuan sendiri ibuku dan bapakku selalu membelikan mainan perempuan dan hiasan rambut anak perempuan hanya untuk diriku.

Akupun punya kebiasaan ketika  ibuku pergi ke Pasar aku selalu menunggu didekat pagar rumah selalu memandang ke jalan, leherku sampai pegel begitu terlihat ibu datang aku segera berlari  dan membantu membawa belanjaan ibuku, dengan tangan kecilku terseok-seok aku membawanya kedapur ,aku keluarkan belanjaan ibuku satu persatu mencari sesuatu yang biasa ibuku beli untuk anak-anaknya.

Kutemukan sebungkus cenil,gatot dibungkus dengan daun pisang dan disemat dengan lidi. akupun mengambilnya dan berlari keluar dari dapur tanpa menghiraukan lagi yang lainnya berantakan yang penting sudah menemukan apa yang aku cari.

                   Kembali lagi kecerita adikku, bebebrapa hari setelah melahirkan pelan-pelan mata ibuku yang sebelah kanan tidak bisa melihat, kemudian ibuku masuk rumah sakit betapa sedih hatiku untuk menemani kami dirumah datang keponakan ibuku anak dari budeku yang tinggal di Cawang, kami memangginya mba.

Kalau tidak ada mba parni mungkin bapakku akan kerepotan mengurus empat anak dan kerjanya, walau kerja bapak dirumah. Percetakan di rumah ada sekitar empat karyawan seingatku termasuk bapakku.

Terima kasih mba Parni... engkau telah banyak membantu keluarga kami disaat kami dalam kesusahan. ibuku di operasi sampai beberapa kali dan akhirnya ibuku tidak mau operasi mata lagi, alhamdulillahhh matanya sudah pulih kembali walau tidak sesempurna yang dulu masih ada sedikit putih, ibuku tidak mau operasi lagi karena sudah bosan bolak-balik ke rumah sakit.

Setelah aku dewasa aku baru tahu kalau orang habis melahirkan tidak boleh langsung mandi, akibatnya darah putih naik kemata. Itu yang dulu ibu lakukan.

Aku tahu membaca di internet, apa itu penyebab salah satunya aku tidak tahu pasti. Semua itu sudah garis yang dilalui ibuku dari Allah , tapi yakin semua ada hikmahnya. 

 


 
 
posté le 24-06-2018 à 12:38:42

                  Aku ingat tradisi Batawi asli ,  punya tradisi Nongkrong-Nongkrong untuk menyambut bulan Ramadhan. 

Biasanya sekitar sebulan sebelum Ramadhan setiap kampung mengadakan dan diadakannya di masjid kampung bersangkutan, kita anak-anak kecil suka memburu berkat saat Nongkrong-nongkrong.  Walaupun jauh yang namanya anak kecil itu merupakan sesuatu yang ditunggu setiap tahunnya,kadang kita berubatan ketika saatnya berkat diberikan. Ada juga yang nakal berkat sudah diterima tapi bilang belum sehingga kadang satu anak bawa pulang 3 berkat. Kenakalan yang tak pernah dilupakan.

Banyak orang mengadakan acara Nongkrong-Nongkrong malam hari  tapi ada sebagian kecil mengadakan siang hari, untuk orang dewasa acaranya didalam masjid sedang untuk anak-anak kecil diadakan dilapangan. Kenapa disebut Nongkrong-Nongkrong itu adalah istilah dimana anak kecil dikelompokkan berupa lingkaran, biasanya setiap lingkaran 5 anak, anak laki-laki kelompoknya laki-laki dan anak perempuan kelompoknya anak perempuan.  Kita saling bercanda,ngobrol dan mendengarkan ceramah lewat speaker dari masjid, setelah ceramah selesai berkat baru dibagikan.

Tiba waktunya Nongkrong-Nongkrong di Kampungku, hari ini ibuku sibuk didapur menyiapkan menu untuk Nongkrong-Nongkrong. Untuk berkat sekitar 20 berkat dan untuk yang dinampan sekita 2 nampan. Nampan untuk orang dewasa didalam masjid,sedang berkat untuk anak-anak. setiap rumah membuat sesuai kemampuan mereka. Berkat adalah nasi dan lauk pauknya, biasanya nasi dibungkus dibawahnya dan diatasnya lauk pauk dibungkus dengan daun terpisah terdiri buncis kuning,ayam atau daging,acar timun kuning,kering tempe campur kacang. Semuanya diikat menjadi satu dengan tali dan bisa ditenteng.

ibuku sibuk didapur menyiapkan menu untuk acara malam hari, dengan sesekali ibuku mengherdik agar aku tidak mengganggu,akupun pergi dari dapur berkumpul dengan teman-teman untuk acara malam nanti. Bahagianya acara yang ditunggu-tunggu tiap tahunnya.

Ramadhanpun tiba, ini pertama kali aku menjalankan puasa kata ibuku dan bapakku aku bisa puasa setengah hari saja sebab ini puasa percobaan untukku

Hari pertama serasa berat, aku alihkan lapar dan hausku dengan bermain bersama teman-teman di halaman tetangga. Ibu pemilik rumah memanggilku ," Tuti .., tolong ibu belikan garam di warung ibu sedang masak , dengan senang hati akupun menerima uang untuk membeli garam . Setengah berlari aku pergi ke warung mpok Ani disebrang jalan rumahku, kuberikan uang  dan kudapatkan sebungkus garam.

Sesuai pesan ibuku aku tidak mau menerima upah,sehingga mereka tidak memberikan upah tapi makanan atau  buah, itu akan aku terima. 

Hari ini dipuasa pertamaku aku sdh mengumpulkan beberapa makanan dan buah, semuanya aku letakkan dimeja makan didepan jam beker.

Siang hampir tiba akupun letih,haus dan lapar terasa berat puasa ini,perutku sudah berbunyi  krekkkkkkkk...... krekkkkk..... aku menghampir meja makan ,kulihat makananku sudah siap sedia pemberian dari tetangga, aku duduk dengan tangan menelungkup di meja ingin tidur sulit sekali dengan sesekali kuperhatikan jam kok tidak bergerak-gerak, aku tatap lagi makanan diatas meja kutatap lagi jam beker.

Orang tuaku serta kakakku tertawa melihat tingkahku.

Sabarrr..... nanti juga akan terdengar suara azan dari masjid, aku tak berdaya seluruh badanku terasa lemas, oohhhhh lama sekali.

Azanpun berkumandang langsung aku santap makanan yang ada didepanku, ooohhhhh nikmatnya dan sudah tentu ibuku membimbing membaca doa sebelum berbuka puasa.

Hari kedua berjalan lancar,hari ketiga berjalan lancar dan seterusnya seperti biasa tanpa terasa , orang tuaku bilang coba tahun depan berusaha full .

Tahun berikutnya akupun berusaha full, akupun sudah terbiasa tidak berat seperti awal pertama aku puasa. tahun berikutnya  bapakku bilang " jika tahun ini kamu puasa full satu bulan bapak kasih duit pas Lebaran Idul Fitri " ini tantangan untukku dan  yang diharapkan untuk dapat hadiah, aku sudah membayang uangku akan banyak ...

Aku merupakan anak perempuan satu-satunya dikeluara pada waktu itu, tak heran ibuku senang membuakan baju untukku, hanya dengan bermodalkan benang dan  jarum ibuku membuatkan baju sendiri untuk Lebaran Idul Fitri, ibuku menjahitnya dengan tangan tanpa mesin jahit. Dengan teliti dan sabarnya ibuku memotong bahan dan menjahitnya, aku memperhatikan apa yang diperbuat ibuku mengukur dari bajuku,dipotongnya bahannya. Aku minta ke ibuku untuk memakai kantong kiri dan kanan untuk tempat duit, walaupun begitu akupun minta dibelikan tas kecil yang digantung. Pakaian Lebaranku hampir jadi tapi belum dipasang lengan dengan tak sabar aku coba, ingin memamerkan ke teman-temanku baju Lebaranku. akupun berlari dengan pakaian tanpa lengan kerumah temanku disebrang jalan," Tuti  ..! itu belum jadi " teriak ibuku, teriakan ibuku tak kuhiraukan .

akupun mempeerkenalkan baju setengah jadi ke teman-temanku yang sedang bermain dihalaman sebrang jalan rumahku, dengan bangganya kuperkenalkan buah tangan ibuku untuk Lebaran.

Malam takbiran berkumandang dari masjid,aku dan masku serta adikku menyalakan kembang api yang dibelikan oleh bapakku sambil menunggu pawai obor lewat didepan rumah. Malam takbiran malam yang indah dengan kembang api ditangan bapakku meletakkan kembang api dipohon cemara kamu dihalaman rumah.

Dimasa kecil aku merasakan untuk menunggu Lebaran terasa lama , besok Lebaran dan aku tidak bisa tidur karena aku punya sekitar 3 setel baju Lebaran, hari pertama aku harus pakai baju apa yacchhhhh... pikiranku menerawang jauh , lama sekali pagi... aku tidur dengan gelisahnya dan akhirnya aku esok harinya bangun lebih cepat dari biasanya ,dengan  pakaian baru,sepatu baru,tas kecil terganting dibahuku. aku suka dengan warna yang menyolok merah jambu dan merah, aku rasa hampir semua anak perempuan kecil suka dengan warna itu.

Biasanya aku suka rambut diekor kuda dua ,dengan warna pita merah atau menggunakan bando warna merah juga.

Aku dan ibu siap-2 pergi ke lapangan untuk sholat dan masku serta adik laki-lakiku ikut bapak untuk sholat.

Pulang dari sholat aku ikut orang tuaku keliling rumah tetangga untuk berlebaran dan sudah barang tentu tas kecilku dan kantong bajuku penuh dengan uang serta makan yang aku letakkan di kantong, sweet memory.... anak kecil pada umumnya.

 

 

 

 


Commentaires

 

1. Fanny39  le 24-06-2018 à 13:23:41  (site)

Thanks you, Bon Dimanche et excellente semaine en cet été

2. tutisunaryati  le 26-06-2018 à 18:49:22  (site)

Merci beaucoup, vous etes très gentille.

 
 
 
posté le 18-06-2018 à 14:27:51

          Orang Betawi asli punya tradisi acara lamaran tidak ketinggalan dengan Roti Buaya,tempat tidur (Ranjang besi beserta kelambunya) berserta kue lainnya untuk duitnya  dibuat jadi bendera.

Jika ada acara seperti itu aku senang sekali melihatnya, biasa anak kecil acara seperti itu jadi tontonan yang menyenangkan tapi sebaliknya untuk orang dewasa kita dianggap mengganggu,biasanya dengan mata melotot mereka mengusir" ayoooo keluar jangan disini "  kitapun dengan rasa takut keluar dari ruangan. 

Yang lebih menyenangkan lagi pas hari Perkawinan ada yang menggunakan hiburan Gambus,Layar Tancap,Wayang golek. Kalau hiburannya Layar Tancap itu persta yang ditunggu semua orang dan yang memakai hiburan Layar Tancap barang tentu orang yang banyak duit.

Acaranya bisa dari malam sampai pagi dan pundi-pundi untuk orang jualan sekitarnya, ada kacang kulit,kacang rebus,jagung rebus,bajigur beserta ubi rebus  dll. Tapi yang aku ingat kacang kacang rebus dengan bungkus dicontong.

Orang-orang nonton Layar Tancap beralaskan kertas koran dan sarung menutupi badan mereka, tak peduli mereka jadi santapan nyamuk yang mengeliling badan mereka dengan asiknya mereka menikmati cerita film dengan sesekali bersorak ketika jagoan mereka berhasil mengalahkan musuhnya,kadang terdengar gelak tawa mereka kalaulah ada yang lucu. Orang tumpah ruah dari desa sebelah karena tidak ada hiburan lain, TV belum ada pada waktu itu. 

Pas musim Perkawinan maka musim pula Layar Tancap dimana-mana karena pada waktu itu merupakan hiburan terpopuler, nachhhh ini tentu saja tidak baik untuk anak-anak terutama yang sudah sekolah, banyak mereka yang diam-diam pergi  sampai pagi dan akhirnya bolos tidak sekolah kalau pas bukan hari libur.

Begitupun kakakku suka pulang pagi dan walhasil ketika di Sekolah pernah ketiduran dan dia bangun ruang kelas kosong dan menemukan dikepalanya ada penghapus papan tulis dari bantal, kelihatan sengaja seperti itu agar sadar jangan tidur diruang kelas. Orang tua kami sudah sering malarang jangan nonton Layar Tancap saat besok pagi sekolah,tetap aja dia pergi, orang tua kami sudah berusaha keras agar dia tidak malas belajar juga tapi tetap aja membandel  walhasil tidak naik kelas......

Anak-anak memang seperti dimata anak kecil jika orang tua melarang dianggapnya jahat ternyata begitu kita sudah besar kita sadar semua orang tua lakukan demi masa depan anaknya membentuk jadi anak yang baik.  

 

 

 


 
 
 

Ajouter un commentaire

Pseudo : Réserve ton pseudo ici
Email :
Site :
Commentaire :

Smileys

 
 
 
Rappel article