Otobiografi

Hidupku

posté le 16-09-2019 à 20:36:44

          Aku ingat sebelum mba Endang menikah,aku ,mba Endang,bu Yanti,pak Amrullah,pak Sayuti,pak Kholik dan istri  dengan mengendrai mobil mini bis punya pak Kholik kita ke Padang kebetulan pada waktu itu libur .

Perjalanan kita dimulai Linggau lalu berhenti di Jambi kita mampir di rumah kenalan atau saudaranya pak Kholik di Jambi kita sempat mutar-mutar sambil menuju kota Padang sebelum sampai kota Padang kita ke Bikit Tinggi, Bukit Tinggi indah sekali dengan hawanya yang dingin serta mata air pegunungan di pinggir jalan kita bisa istirahat sambil cuci muka di air yg jernih dari mata air serta melihat Ngarai Sihanuk, subhanallah alangkah indahnya ciptaan Allah. Kita juga pergi ke Gua zaman Jepang,walau agak ngeri masuk kedalam Gua tapi aku memberanikan diri karena rasa penasaranku mengalahkan ketakutanku tochhh aku tidak sendiri.

Dari Bukit Tinggi kita kita menuju Padang Kota, Padang Kota disana pusatnya kota dan disana ada pantai letaknya ditengah kota dan pengunjungnya banyak sekali apalagi ketika sore hari melihat sunset banyak orang yang kesana sambil makan Baso, kacang kulit,minum Es dll karena sekitar pantai banyak yang jualan ,pantai terletak di pinggir jalan persis dan banyak orang sambil duduk dipembatas jalan ubin dan semen setinggi satu meter dan sepanjang jalan banyak yang jualan kita bisa makan sambil melihat patai. hawa panas enak untuk minum es kelapa atau es sirup sambil ditemani semangkok baso memang enak memandang laut,baunya air laut dan suara ombak hmmmmm sungguh punya warna tersendiri.

Dari Padang Kota kita menuju ke Pesantren untuk menengok anak pak Kholik yang sekolah di Pesantren , kita disana tidak terlalu lama yang masuk ke Pondokan Pesantren hanya pak Kholik dengan istrinya, kita menunggu di mobil.

Setelah menunggu beberapa jam akhirnya kita melanjutkan perjalan, kita berniat pergi manuju tangga seribu dan tidak jauh dari situ kita ke tempat penjualan oleh-oleh khas Padang sepeerti kripik Sanjai yang terkenal ,kare-kare,dodol Padang dll.

 Aku membeli beberapa oleh-oleh untuk dibawah pulang ke Curup, setelah kita membeli oleh-oleh perjalanan di lanjutkan ke Padang Pesisir ke kampung halaman pak Amirullah, ini benar-benar perjalan yang melelahkan tapi menyenangkan belum lagi mobil-mobil kadang-kadang mogok maklum mobil tua, untung saja pak Kholik ahli dalam mesin mobil jadi ada saja akalnya agar mobil bisa jalan lagi.

Dari Padang Kota menuju Padang pesisir kita melewati pantai, ini sungguh menakjubkan sepanjang jalan kita disuguhi dengan pemandangan pantai.

Kita tiba di Padang Pesisir malam hari dan kita nginap di rumah saudaranya  bapak Amirullah selain untuk mendinginkan mobil yang sudah panas kita juga perlu istirahat, pak Amirullah berkata kalau kita libur panjang oelh karenanya kita tour dan mereka sempat terkejut begitu tau kita masih pada muda " wahhh gurunya masih pada kecil " sambil melihat ke arahku, jangan dilihat posturnya umurku sudah tua. Sudah 26 tahun tapi kata orang aku awet muda karena kecil, ternyata beruntung juga punya badan kecil tidak bongsor.

Setelah kita istirahat satu malam  keesokan paginya kita kembali ke Curup , badan sudah segar kembali siap untuk pulang singkat kata kita kembali ke Curup via Linggau, badan sudah lengket banget ketika sampai di Curup dan aku sampai di rumah , mandi dan istirahat.

Lumayan perjalan kita selama seminggu tapi kita mengetahui berbagai kota di Mulai linggau,jambi,Padang dan Padang Pesisir , ini benar-benar perjalannan yang mengesankan.

Hari Seninnya aku mengajar seperti biasa, tapi aku bekerja dengan semangat karena aku sudah fresh kembali setelah liburan . Mulai menghadapi ulang murid-murid lagi dengan berbagai tingkah lakunya yang kadang-kadang menjengkelkan,lucu dan banyak lagi.

 

 

 

 

 

 

 


 
 
posté le 13-09-2019 à 06:03:34

INDRA KE ENAM

                Sejak SMA aku selalu mengalami mimpi yang jadi kenyataan, ada yang cepat terbukti dan ada menunggu beberapa tahun kemudian, ini kurasakan setelah lama baru terjadi. Pertama aku tidak menyadarinya tapi karena sering terjadi akhirnya aku baru menyadarinya, mungkin ini merupakan anugrah dari Allah yang diberikan untuk hambanya, alhamdulillahhh...Sebetul menurutku pada dasarnya orang mempunyai panca indra keenam hanya saja mereka tidak diasah sehingga tidak tampil, kata mbahku diasahnya dengan menjalankan sholat wajib,sholat sunah serta berbuat baik insha Allah nanti dengan sendirinya akan merasakan.

Karena sering terjadi akhirnya aku menyimpulkan  kalau mimpinya sekitar jam 1.00 atau jam 2.00 malam ini berarti kejadiannya masih lama bisa jadi 20 tahun lagi atau 10 tahun lagi pokoknya masih lama taoi kalau hampir subuh kejadiannya sebentar lagi.

Mimpi itu ada 3 katagori, mimpi kejadian lama yang membekas di hati sehingga sering muncul dalam mimpi, keinginan yang belum tercapai sehingga sering hadir dalam mimpi dan yang terakhir adalah  kejadian yang akan terjadi.

Karena sering terjadi teman-temanku sesama guru di Sekolah sering minta pendapatku tentang mimpinya, pernah temanku mba Endang bermimpi pada waktu kakakku pacaran dengan mba Endang, aku mengatakan pada mba Endang akan segera menikah tapi dalam hatiku bukan dengan kakakku dan aku tidak utarakan hanya akan menikah saja, akupun menceritakan tentang mimpiku kalau aku mendekati bukit dimana kakakku sudah diatas sedang aku masih dibawah.

Dalam kenyataan kakakku telebih dahulu menikah tapi bukan dengan mba Endang. 

           Ada kejadian lucu ketika kakakku mau pedekate ( pendekatan) sama mba Endang,ketika itu malam minggu kakakku ngaajak aku ke rumah mbak Endang di Dwi Tunggal Ujung. Sesudah magrib kita berangkat naik motor bapak, tauuu sendiri motor bapak suka mogok dan hanya pemiliknya yang tahu selahnya agar tidak mogok ketika pulang dari rumah mbak Endang jarak 5 meter benar saja motor mogok, untung saja mogoknya bukan di depan rumah mbak Endang, " Tik kamu turun dan dorong " perintah kakakku, aku mau turun dari motor dan sempat tertegun sejenak karena  terkejut  " turun Tuti ! " kakakku mengulang kembali perintahnya, aku buru turun, ampun kakakku ini aku ini wanita bukan pria masak  aku disuruh dorong motor , inilah keistimewaan kakakku dia tidak bisa membandingkan antara pria dan wanita, enggak heran dia belum punya pacar karena posesif,tidak romantis dan egois serta di rumah termasuk yang paling galak.

Dengan berusaha keras aku mendorong motor sambil setengah lari akhirnya motor jalan kembali sementara aku tertinggal masih dalam keadaan capek yang sangat " Cepat  kesini ! " perintah kakakku sambil motor setengah jalan, dengan setengah berlari aku menghampiri motor dan segera berusaha naik motor yang setengah jalan, yachhhhh ampunn.... aku ini wanita bukan pria, kalau pria akan mudah naik ke motor yang setengah jalan, dengan berusaha keras akhirnya aku bisa naik dan kita lanjut pulang. Begitulah karaketer kakakku yang unik .

Akhirnya kakakku pacaran dengan mba Endang, setiap malam minggu selalu apel ke rumah mba Endang dan aku tidak lagi menemani. Tapi dasarnya kakakku tidak agresif alias posesif dan belum kerja sehingga lepas , diam-diam mba Endang menjalin hubungan dengan teman sesama guru walau belum jadi  guru tetap pak Damar punya penghasilan lain, dia hobby melukis dan aku memesan lukisan darinya yang mana lukisan diriku terpampang di ruang rumah keluarga, mungkin berlandaskan itu mbak Endang pindah ke lain hati disaat kakakku kembali ikut Ujian Negara di Jogjayakarta, kalau aku memang memutuskan tidak ikut Ujian Negara dulu karena aku ingin memberi kesempatan kakakku lulus terlebih dahulu agar dia tidak merasa minder dan agar kepercayaannya sebagai anak yang lebih tua kembali lagi,

sehingga aku mengumpulkan uang dulu untuk ikut ujian berikutnya.

Bagaikan disambar petir aku mendapat khabar dan undangan dari mba Endang, ternyata mimpi mba Endang yang dicerittakan ke aku menjadi nyata serta perasaanku yang mengatakan mba Endang menikah dengan orang lain ternyata benar, mimpi yang jadi kenyataan........ aku sempat agak marah dengan mba Endang yang selingkuh dengan temannya sendiri menghianati kakakku, tapi akhirnya aku berpikir mungkin jalan yang terbaik dari Allah, bukan jodohnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

       

 

 


 
 
posté le 11-09-2019 à 15:17:32

Pak Purwanto bercerita kalau dia di Muara Aman mengajar di SMA swasta dll, aku hanya mendengarkan saja ceritanya dan seperti biasa kalau ada teman datang emak selalu menyiapkan lotek untuk tamuku. Tentu saja sebagai tuan rumah yang baik aku selalu ramah apa lagi dia jauh-jauh datang dari Muara Aman perjalanan yang cukup lama.

Sejak dia datang ke rumahku dia semakin gencar titip salam, lewat kak Amrun maupun lewat ibunya kak Amrun karena ibunya kak Amrun sering ke Muara Aman. 

Ketika ibunya kak Amrun beli lotek dia cerita keibu dan emak serta aku kalau Purwanto suka padaku katanya aku baik,manis,ramah dll pokoknya segala macam tentang aku, tapi efek dari itu menjadi eban untukku karena melihat aku tidak respon  ibuku mulai lagi dechhh mendesak agar aku segera menikah karena teman-temanku banyak yang sudah menikah " Tuti kapan mau nikah , ada yang mau kamu enggak suka , ingat umurmu, jangan sampai nanti dilangkahi  Ririn "  hanya bapak yang mengerti aku ,bapak selalu membelaku " Jangan suka mendesak Tuti, biarkan Tuti memilih sendiri jodohnya" itu yang selalu bapakku bilang ke ibuku. Aku selalu bilang ke ibu aku akan nikah dengan peria yang aku cintai,sebab kalau aku tidak cinta bagaimana bisa hidup dalam satu rumah, bukan surga yang didapat tapi malah nereka yang didapt karena tidak nyaman. Dalam rumah tangga kenyamanan itu penting, aku tahu kalau Purwanto itu baik, tapi kalau aku tidak jatuh cinta padanya tidak bisa dipaksa.

Ibu  dan mbok cuci selalu bilang cinta bisa nanti menyusul, begitu juga ibunya kak Amrun senang banget jika aku sama Purwanto. Aku pusing dibuatnya karena tiap hari hanya itu .... itu saja yang dibahas, aku sudah tegaskan bahwa rumah tangga itu bukan untuk setahun dua tahun tapi untuk selamanya , akhirnya aku punya cara jitu menghentikan masalah ini " ok... aku mau tapi tidak menjamin untuk selamanya, kalau mau cuman untuk setahun dua tahun " alhamdulillahhhh ..; ternyata caraku mengelak berhasil , akhirnya ibu dan yang lainnya tidak pernah memaksaku lagi.

              Heri pacarnya Ririn dapat tugas kerja di Muara Aman juga dia serumah dengan kakak Amrun dan Purwanto juga, Heri satu kerja dengan kak Amrun di PU dari dulu heri selalu curhat padaku jika ada masalah dengan Ririn aku yang jadi juru pendamai mereka, pernah kata Heri ini membuat Ririn cemburu sebab Heri selalu memujiku, aku maklum sebab aku belum punya pacar padahal enggak mungkinlah aku mau dengan pacar adikku, Heri bagiku bagaikan adik sendiri.

Banyak orang bilang kalau aku lebih tertarik pada orang bule, padahal enggak juga hanya saja memang teman sahabat penaku kebanyakan orang bule sampai sampai seisi rumahpun beranggapan begitu padahal teman buleku banyak wanita.

kembali lagi ke Heri... Heri selalu bilang tentang Purwanto kalau dia merasa jadi pacarku, padahal Heri tau benar kalau aku menggap Purwanto teman biasa tidak lebih dan Heri bilang kalau Purwanto disukai cewek sana dan pernah dia mau ngapel ke cewe sana serta berpesan jangan bilang ke aku, lho memang aku pacarnya ..; kalau dia ngapelpun itu haknya tochhh .. aku tidak ada hubungan apapun sama dia.

Akhirnya kata Heri , Purwanto pindah ke Jambi dan berpesan ke Heri kepergiannya dari Muara Aman karena ingin menghindar dari cewe Muara Aman yang mengakibatkan aku marah, lhooo..... dia benar-benar salah paham padaku dia tidak sadar kalau perasaannya bertepuk sebelah tangan, kalaulah dia tahu aku tidak menyampaikan salam karena aku tidak mau dia salah paham karena salamku hanya salam sebagai teman dan aku tidak mau memberi harapan karena kesalah pahaman ini. Katanya Heri.. dia benar-benar merasa bersalah ke aku, ada-ada saja. 

Aku punya feeling nanti dia akan kirim surat dengan nama samaran, nacchhhh.... enggak tahunya betul siang ini mendapat surat dari Jambi dengan sipengirim  Purwanti... aku tersenyum tidak salah lagi pastinya Purwanto ternyata dugaanku benar, didalam surat dia memohon maaf kalau dia diganggu sama cewe Muara Aman sehingga aku marah dan minta aku memaafkannya serta minta aku balas, lalu aku balas suratnya kalau dia salah paham selama ini aku , aku hanya menganggap dia teman. Setelah itu dia tidak berkirim surat lagi itu bagus.. karena kebaikan dari lawan jenis jangan disalah artikan , pengalaman untuk dia dan aku juga.

 

 

 

 


 
 
posté le 10-09-2019 à 07:58:35

Pagi harinya aku kerumah mbah Ida dan lainnya padanya menanyakan kapan aku menikah ? bla .. bla... bla... pokoknya bikin kuping ini panas, memangnya menikah itu gampang seperti beli pisang goreng, kapan mau langsung dapat, ini masalah hati yang tidak sembarangan untuk menjatuhkan pilihan. Banyak aku dengar dan sering aku dengar pilih-pilih sichhh .... yachhh jelas pilih-pilih , pilih yang baik... pilih yang cocok,pilih yang bertanggung jawab..... pernikahan bukan untuk main-main tapi untuk selamanya, kalau hanya untuk mendapatkan status menikah aku juga bisa .

         Akhirnya Neni diboyong sama suaminya ke Cilegon dengan bahagia mbah melepaskan anak kesayangannya , aku hanya bisa berdoa agar perkawinannya langgeng ,aamiin.

Berselang kira-kira seminggu kemudian Neni pulang ke Curup katanya kabur meninggalkan suaminya karena merasa tidak cocok, lho  kok bisa begitu bukannya mereka dulu pernah pacaran ....... tapi yang aku dengar khabar burung katanya pada waktu itu Aswan sedang dalam keadaan labil dan menurut saran seseorang dia akan normal kembali jika dinikahkan dengan pacarnya ketika dia masih SMA nachhh tidak lain yaccchhhh Neni, akhirnya mereka nikah dechhhh ... pantas aja nikahnya mendadak dan yang aku dengar lagi Neni juga di Jogyakarta punya pacar temennya adikku namanya Harsoyo yang  dari Ponorogo tapi kuliah di Jogyakarta.

Pantas aja Neni kabur karena tidak cinta lagi sama Aswan karena sudah punya pacar, nacchhhh kalau ini aku tidak tau apakah mbah sudah tau apa belum.

Alhamdulillahhhh yang pertama aku pikir beruntung ternyata dugaanku meleset, ternyata apa yang aku bilang pernikahan itu perkara bukan asal nikah ternyata benar , ada pepatah bilang " rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita " artinya orang lain kelihatannya bahagia lebih dari kita, ini perlu kita cermati kebanyakan dugaan kita itu tidak selalu benar, kadang justru kitalah yang bahagia.

          Bapakku masih seperti biasa selalu mengantar aku berangakat mengajar tapi jika motor bapakku mogok dan di bengkel aku suka jalan kaki berangkatnya maklum motor lama , walau bapak bekerja di Bank hanya bapak yang tidak kaya berbeda dengan teman-temannya bapak baru kerja sudah punya rumah bagus dan mobil, itu karena bapak jujur kata bapak orang mengucapkan terima kasih bapak sudah cukup senang karena kata bapak memang sudah tugas bapak. Bapak di Bank memegang bagian Kredit. Pernah kukatakan sebelumnya jika tidak dibantu dengan usaha emak belum tentu cukup, karena untuk menghidupi lima orang anak dan semuanya sekolah walau si bungsu Taman Kanak (TK) semua butuh biaya.

Aku kalau berangkat ngajar pas jalan naik arah atas Sukaraja ketika pulang di depan rumah orang aku tidak tahu dan aku tidak ingin tahu rumah siapa itu ada beberapa pemuda suka menggangguku sambil nyanyi " ibu guruku cantik sekali ..... " mereka tahu kalau aku seorang guru sebab ketika pulang aku selalu diiringi dengan muruid-muridku. Aku cuek tidak menggubris anak muda yang iseng.

          Masih berkisar soal cinta nichhhh... ada seorang guru baru datang dari Jawa Tengah namanya Sri Purwanto, orangnya berkulit hitam manis, hidung mancung dan berperawakan tinggi dia mengajar di SMP PGRI di Sukaraja aku sempat kenalan sebentar karena dia tidak lama mengajar di SMP  PGRI lalu dia pindah ke Muar Aman tapi tiba-tiba saja aku mendengar khabar tentang dia dari kak Amrun tetanggaku, itu juga secara tidak sengaja dan akhirnya setiap pulang dari Muara Aman kak Amrun selalu menyampaikan salam darinya untukku, kak Amrun kerja di PU dan ditugaskan di Muara Aman serta satu rumah dengan, karena sering titip salam sebagai teman walau belum lama kenal maka aku bilang kalau ke Curup mampir kerumah.

Benar saja ketika dia Curup di mampir ke rumah, sebagai tuan rumah yang baik aku selalu ramah, seisi rumah suka aku didatangi seorang pria terutama ibuku karena jarang sekali ada tamu pria yang datang kecuali teman pria ketika SMA karena murni berlajar atau teman pria datang kerumah walau temanku tapi dia juga teman kakakku dan tentu saja tujuan datang untuk kakakku.

 

 

 

 

 

 

 

 


 
 
posté le 07-09-2019 à 19:26:47

Pernah terjadi ketika ulangan di Kls. Tiga B aku sudah memperingati agar tidak boleh nyontek, aku duduk di kursiku di depan  kelas sambil tenang aku perhatikan satu persatu anak muridku ada yang tegang ketika diperhatikan, ada yang cengesan, ada yang gelisah, ada yang tenang dan tersenyum ketika membaca .. nachhh untuk yang seperti ini artinya dia bisa menjawab ujian, kalau yang gelisah dia biasa nyontek tapi sedang cari waktu untuk nyontek agar tidak ketahuan. Kalau yang mengerutkan dahi dan mengetuk-ngetuk pulpen ini berarti sedang berusaha mengingat apa yang diperlajari . Ada lagi yang menoleh kiri kanan itu artinya berusaha minta bantu ke temannya, berusaha nyontek dengan cara melihat jawaban teman .

Ketika aku sedang asik memperhatikan satu persatu, aku melihat salah satu murid laki-laki ang mencurigakan disebalah kanan deretan ketiga kursi dari belakang.

Dengan langkah tenang aku bangun dari dudukku lalu aku berjalan kearah belakang sambil berjalan pelan-pelan aku pura-pura melihat perkerjaan mereka.

Ketika tiba dikursi anak yang aku curigai, langkahku terhenti  tingkah lakunya tambah mencurigakan ,dia pura-pura bicara dengan teman didepannya untuk menghilangkan kegugupannya dan aku melirik dibawah mejanya kakinya menghimpit sesuatu kearah atas dibawah meja agar tidak jatuh oooooohhhhhhh aku yakin itu buku, tanpa berkata sepatah katapun aku julurkan tanganku dan kuambil  buku itu lalu aku berjalan kedepan kelas kuletakkan buku diatas mejaku, kudengar anak tertawa dan sebagian menyoraki anak tsb. Lalu aku menenangkan mereka agar melanjutkan ulangannya. 

Akhirnya bel berbunyi dan waktu ulangannya selesai, semenjak itu aku jadi pembicaraan mereka , yang aku dengar dari mulut ke mulut aku guru yang tidak pernah marah, tapi tegas,punya wibawa,humoris dan anak-anak banyak yang suka.

Maaf bukan aku mengunggulkan diri tapi pastinya ada yang pro dan kontra pastinya  hanya aku tidak tahu.

Aku selalu banyak belajar dan belajar terus karena aku sadar ilmuku belum cukup.

          Aku sudah kerja walau masih tenaga honorer, orang tuaku terutama ibu dan mbah Ida sudah sering membicarakan pasangan hidupku, mengingat sampai sekarang aku belum punya pacar, aku lebih menikmati  hidupku dan teman sahabat penaku sehingga menganggap kalau aku hanya tertarik dengan orang luar.

Sedang adikku Ririn sudah punya pacar dan sudah lama pacaran sama Heri, ibuku takut kalau aku dilangkahi ,dalam arti kata lebih dahulu adikku yang menikah.

Ririn anak nomor empat dan menurutku diantara kita yang anak perempuan dia yang paling cantik, tak heran banyak yang ingin jadi pacarnya. 

Pertama Ririn jatuh cinta dengan temannya aku lupa namanya, tapi akhirnya dia pacaran sama Heri, awal mulanya heri berteman , Atik,Ririn,Heri dan Girin mereka berempat selalu pergi bersama-sama. Heri dan Girin sahabat dekat malah Heri sering nginap di rumah Girin kalau enggak salah rumah Girin tidak jauh dekat DKT.

Karena sering kemana-mana berempat akhirnya Heri dan Ririn pacaran, dari temen jadi demen , hanya Atik dan Girin yang tidak pacaran tapi karena aku dan Heri yang nyomblangin akhirnya mereka pacaran juga. Ternyata gosokan aku dan Heri dapat menjadikan  Heri dan Girin pacaran karena aku lihat mereka ada signal suka hanya salah satunya malu mengutarakan terutama yang cowok harus mengutarakan tapi yang cowok tidak agresif jadilah kita berinisiatif jadi mak comblang.

          Kembali lagi padaku, karena aku belum juga punya pacar ini yang membuat kuatir mbah Ida dan ibuku. Aku ingat ketika Neni menikah dengan pacarnya ketika dia dulu masih SMA , pacarnya si Aswan bekerja di Krakatau Steel , Perusahaan baja yang terkenal dan besar terletak di Cilegon.

Acaranya mendadak jadi menikahnya hanya disaksikan tetangga kiri kanan dan pihak lelaki dari Jln. Baru ,pada waktu itu hanya memanggil KUA kalau tidak salah atau Khotib aja, pokoknya pada waktu menikah aja... itu yang aku ingat.

Alangkah beruntungnya Neni pikirku, menikah dengan lelaki pujaannya , pekerjaannya bagus dan mbah Ida bangga dapat mantu yang mapan .

Ada kejadian lucu , aku ,emak dan para ibu-ibu duduk dekat ruang kamar pasien kita mendengarkan acara pernikahan dan taufsiah ustad untuk kedua mempelai, dengan khusus mendengarkan sehingga tanpa sadar emak tertidur sambil duduk tapi tiba-tiba " tuuuttttttt............................. " suara apakah itu, aacchhhhh aku menemukan sumber suara , ternyata dari emak yang tanpa sadar kentut emak kaget mendengar suara kentutnya sendiri dan emak menoleh kiri kanan dengan harapan tidak ada yang mendengar, aku melihatnya hanya bisa tersenyummmm..... 

 

 

 

 

 

 


 
 
 

Ajouter un commentaire

Pseudo : Réserve ton pseudo ici
Email :
Site :
Commentaire :

Smileys

 
 
 
Rappel article