Otobiografi

Hidupku

posté le 14-01-2020 à 20:37:02

          Aku keliling mengitari Bogor Rest Area, kulihat banyak orang yang sedang beker-ja, ada yang sedang membersihkan Toilet, menyapu jalan lalu aku lanjutkan lagi langkahku menuju Pom Bensin, disana aku melihat orang yang sedang bekerja.

          Krekkkkkkkkek...... wadoouhhh ... perutku berbunyi ini bertanda waktunya untuk makan, lalu kakiku berbalik arah mencari warung karyawan hanya dalam waktu sekejap

aku menemukannya. Ternyata warungnya tidak jauh dengan kantor hanya dipisahkan jalan, lalu aku berjalan menuju jalan yang menurun dibawah pohon-pohon yang rindang dan berjejer pohon bambu kecil sepanjang jalan menurun disitulah terletak warung kar-

yawan berdinding papan dan disitu ada beberapa kursi plastik, kulihat banyak juga kar -yawan disana karena waktunya makan.

          Aku berdiri sambil melihat-lihat menu yang ada di etalase terbuat dari kaca, ku -perhatikan satu per satu ada kering tempe, telur bumbu balado, ikan tongkol goreng, telur asin dan lalapan ketimun.

          Beberapa orang disana memperhatikan aku dengan tatapan mata penasaran, ak-hirnya ada salah satu diantara mereka bertanya " Keponakan pak Wahban yacccc..... ?  kiranya dalam waktu singkat namaku sudah jadi bahan pembcaraan mereka wwooooo..

super he he he ..... " Iyaaaa....... " jawabku peda orang itu sambil tersenyum.

Lalu aku memilih makanan yang akan kumakan siang itu.

          Selesai makan aku melanjutkan keliling lagi melihat-lihat sambil menunggu jam kerja selesai karena tidak mungkin aku pulang sendiri ke Depok .                                 Aku melihat-lihat Restaurant Padang dan aku perhatikan gedung yang terbe -sar diantara yang lain, disana ada beberapa orang sedang bekerja.

          Tanpa terasa waktunya pulang, aku ikut mobil om dan didalam mobil om bila -kalau aku lulus dengan nilai yang memuaskan dan kata mereka aku pintar.

Besok aku akan di wawancara sama the big boss, semoga aku bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik aamiin.....

          Keesokan harinya aku menunggu di depan kantor  seperti kemarin, tak lama kemudian datanglah  seorang laki-laki berwajah tampan , berkulit putih bersih dan bermata agak sipit serta  berkemeja putih juga berpenampilan rapi kelihatannya orang tionghoa, kuperhatikan lagi  banyak orang bersikap hormat padanya, dengan langkah cepat dia berjalan menuju kedalam kantor.

          Aku masih di kursiku dan masih dalam posisi menunggu karena aku yakin tadi yang lewat itu the big boss, menunggu itu memang pekerjaan yang membosankan tapi aku tidak punya pilihan daripada nanti gagal wawancara lebih baik menunggu.

          Ternyata hasil menungguku tidak sia-sia dan saat diwawancara the big boss kelihatannya puas dengan semua jawabanku.

Aku positip diterima jadi karyawan dengan masa percobaan satu bulan, barang tentu selama satu bulan aku tidak terima gaji, tapi beruntung aku punya uang tabungan dari hasil kerjaku sebelumnya di Bengkulu.

          Dengan bantuan om , aku mendapat kost tidak jauh dari Rest Area malah di dekat pintu gerbang masuk karyawan, di kampung Bubulak.

          Aku ingat dengan diantar Tutut , aku menuju kontrakanku yang baru, rumah yang sederhana dan aku mengontrak satu kamar, kata yang punya rumah tadinya akan dijadikan warung, bagiku apapun rumahnya aku tidak jadi masalah yang penti-ng dekat dengan tempat kerjaku.

          Kamarku merangkap untuk tidur dan masak, ada tempat tidur lipat yang baru aku beli,kompor,mangkok,gelas dan piring cukup untuk makan satu orang.

          Aku mulai tercatat menjadi pegawai tanggal 9 Desember 1993 dengan gaji pertama Seratus ribu rupiah, kalau dilihat dari gajiku dahulu lebih besar ditempat yang  lama, tapi tak apa namanya juga gaji awal.

          Sebelum aku memulai pekerjaan sebagai kasir Restaurant Padang, aku selalu membantu di mini Market kepunyaan perusahaan yang akan buka nanti.

          Restaurant Padang sudah dibuka , hari sebelum dibuka aku dan partner kerjaku yaitu Adang sudah dilatih dengan menggunakan Mesin kasir ini benar-benar mele-lahkan harus mengingat kode makanan.

Ketika tiba waktunya, banyak pengunjung yang datang karena bertepatan hari minggu sore aku benar-benar keteter dikarenakan arus balik dari Puncak.

Untuk Adang enak......... karena dia laki-laki dia ditugaskan shift malam sampai pagi 

sementara aku dan Adang bekerja dua belas jam, jika nanti sudah berjalan lancar baru tiga shift dan kita hanya delapan jam kerja serta dapat libur.

          Beruntung aku disa'at aku sibuk Adang datang lebih awal sehingga dia bisa membantuku, akhirnya pengunjung berangsur-angsur berkurang dan aku bisa berna-pas lega, akhirnya aku pulang tidak sesuai dari jam yang ditentukan.

          Dengan langkah lunglai aku menuju pulang, kulihat di rumah pemilik rumah masih asik nonton tv dan setelah aku mengucapkan salam berbicara sebentar , aku minta izin ke kamarku. Kiranya mereka kuatir karena aku pulang terlambat tapi setelah kujelaskan mereka mengerti.

          Pengalaman pekerjaan baru sebagai kasir di Restaurant, kali ini aku tambah ilmu lagi. Tarap pertama tarap penyesuaian pekerjaan dan sudah tentu akan banyak rintangan, tapi aku harus kuat tidak boleh menyerah

 

 

 

 

 

 

  

 


 
 
posté le 07-01-2020 à 22:33:22

MERANTAU KE BOGOR

          Awal bulan Desember 1993 aku tiba di Terminal Pulogadung jakarta dan adikku sudah menunggu disana, adikku sudah terlebih dahulu tinggal di Depok di rumah om, tapi adikku masih belum menetap karena adikku masih mondar-mandir jogjayakarta dan Depok. Adikku belum lama di Wisuda dan sudah mendapat gelar SH (Serjana Hukum) meneruskan cita-cita bapak yang tidak tercapai . Terus terang jika aku tidak dijemput sudah tentu aku akan nyasar, karena aku tidak tahu Depok .

          Dari atas bis yang menuju ke Depok aku melihat banyak orang lalu-lalang,suara klakson mobil,motor,pedagang asongan yang menawarkan dagangannya di setiap lampu merah dan di dalam bis serta suara pengamen. Ini benar-benar beda dengan di tempatku sebelumnya, belum lagi macet dimana-mana inilah kota besar .

          Jakarta yang sekarang beda dengan beberapa tahun yang lalu ketika aku tinggal disana, jakarta  perkembangannya sungguh cepat dan pesat.

Bis sampai di terminal Depok lalu dilanjutkan naik angkot menuju Prumnas  Depok, perjalanan yang  melelahkan.

          Akhirnya kita sampai juga di rumah om setelah melalui beberapa gang, bentuk rumah yang teratur dan sebagian hampir sama ini yang membuatku bingung, kalau aku dilepas disini tidak bisa pulang he he he

          Sesampainya di rumah aku disambut sama bulek yaitu adi bapakku, aku sudah terbiasa denga keluarga om, karena sejak dulu sering bermain di rumah om dan juga sering membantu pekerjaan di rumah om. Tapi karena sudah lama jadi sekarang rada sedikit canggung.

          Adikku harus ke jogyakarta lagi masih ada yang harus diurus disana,  aku saat tinggal di rumah om nanti kalau aku sudah diterima jadi karyawan di pekerjaanku yang baru aku berencana akan kost  yang dekat dengan tempat aku kerja. Karena aku biasa  mandiri dan Depok ke Bogor lumayan jauh serta macet,  lagi pula  aku pikir tidak ekonomis baik waktu maupun transportasi,bisa-bisa gajiku habis di ongkos.

          Keesokan harinya aku dan om berangkat, surat lamaran sudah aku siapkan beserta certifikat lainnya serta pengalaman kerja di tempat kerjaku dulu.

Sebelum berangkat bulek menyemprotkan perfum dibadanku ,  katanya agar wangi "

" Tuti kalau kerja harus jaga penampilan, jangan lupa lipstic dan parfum " bulek menasehatiku, karena aku dari daerah jadi penapilanku polos saja.

" iya bulek ... " jawabku, aku sudah tahu sifat bulekku dia kalau dalam penampilan memang diperhatikan dan dia termasuk ibu rumah tangga yang benar-benar memper

hatikan suami, pakaian yang suami pakai harus mecing dengan celana serta sepatu harus disemir dan juga tak lupa perfum tentunya, ditambah lagi bekal ransum makan siang , pokoknya harus sempurna apa lagi omku ditempat kerjanya ternyata Direktur.

           Omku dari dahulu selalu berhasil dalam karir dan selalu dipercaya sama big boss, aku ingat disaat orang tidak punya mobil omku sudah punya mobil walau dia tidak bisa menyupir mobil. Kali inipun om dapat mobil dinas dan yang menjadi supir anaknya, jadi anaknya digaji di Perusahaan serta termasuk karyawan.

          Kita sampai di Bogor Rest Area yang akan menjadi tempat kerjaku yang baru, aku perhatikan masih belum begitu ramai sebab baru saja buka , aku duduk dikursi  panjang  yang letaknya di depan kantor sambil menanti jika aku dipanggil untuk wawancara dan testing, surat lamaran aku serahkan ke om.

          Aku perhatikan banyak mobil yang masuk ke area untuk  mengisi bensin , di - tengah-tengah ada taman dan rumput serta pohon-pohon tapi pohonnya masih baru jadi belum rimbun dan masih tampak gersang. 

Ada-ada  beberapa gedung untuk restaurant tapi masih banyak yang kosong, hanya  ada satu restaurant yang sudah buka yaitu restaurant sunda .

         Kira-kira jam 10.00 aku dipersilahkan masuk ke ruangan tamu, seorang wanita bertubuh  tinggi  semampai ,berkulit sawo matang serata manis melewati ruang tamu cocoknya jadi pregawati pikirku, aku masih asik mengamatinya.

Tak lama kemudian seorang wanita bertubuh mungil, berambut pendek menghampiri-ku sambil menyerahkan belangko yang harus aku isi, dari perkenalan tadi aku baru tahu kalau dia kepala personalia.

         Aku mengisi blangko serta testing yang harus aku jawab salah satunya berapa gajiku di tempat kerja yang. Setelah aku selesai aku duduk  di depan lagi dan tak la-ma kemudian datang seorang laki-laki bertubuh tidak tinggi serta wajah biasa saja, dia duduk di sebelahku kiranya dia juga akan testing serta wawancara seperti aku ju-ga, aku berkenalan dan rupanya dia calon kasir di restaurant padang nanti berarti a -kan jadi patner kerjaku jika kita diterima.

         Tidak lama kemudian dia masuk ke ruang tamu dan aku masih duduk dikursi sendiri, om keluar dari ruangannya dan menghampiriku " Tut... kalau mau muter-muter lihat keliling  enggak apa..... nanti kalau makan siang di warung karyawan di bawang , bilang aja keponakan om wahban nanti om yang bayar "

" Saya bawa uang kok om..... " jawaku.

 

 

 

 

 

           

 

 

           

 

 

 


 
 
posté le 03-01-2020 à 23:00:52

          Penyakit cancer tante semakin parah, segala macam obat sudah diusahakan dan hasilnya nihil, kali ini tante masuk ke rumah sakit lagi dan di opname .

Aku belum sempat menjenguk, sementara itu anak-anaknya dengan tenang tidak ada raut kesedihan dimatanya, malah salah satu anak tidak mau menjenguk ibunya aku tidak tahu mengapa. Memang selama ini mereka kurang dekat dengan ibunya.

Tapi aku yakin didalam hatinya sayang pada ibunya hanya saja tidak ditampakkan.

          Hanya dalam beberapa hari, kita semua mendapat khabar dari rumah sakit ka-lau tante meninggal dunia, innalilahi wainnailaihi rojiun..  asalnya dari Allah dan akan kembali kepada Allah, akhirnya jenazah dibawa pulang ke rumah.

          Keluarga dari Curup dan keluarga di Bengkulu datang melayat , mereka seba-gian berkumpul di rumahku karena dekat dengan rumah om.

Aku banyak memasak sebab ada keluarga dan benar saja masakkanku laris manis padahal menunya sederhana, tanteku yang di Bengkulu berkata masakanku enak te-rutama sambelnya. Mungkin karena lapar jadi enak he he he...... (bercanda).

          Setelah meninggalnya tante, hari-hari berjalan seperti biasa lagi dan begitu juga dengan anak-anak tante serta om.

          Aku akhir-akhir ini sering bermimpi berjalan kaki tanpa sandal, ada apakah ini.

          Aku juga bermimpi, didalam mimpiku aku tinggal  disebuah rumah, dimana bentuk rumahnya berjejer kamar-kamar dan terbuat dari tembok.

Aku dirumah itu berkelahi dengan syetan penunggu rumah itu dan syetannya kalah , aku berteriak lalu  terbangun ..... ada apa ini , oohhhh ... mungkin ini hanya mimpi.

          Om Wahban memberi  khabar via telp kalau ditempatnya dia kerja membutuh-kan karyawan sebagai kasir karyawan di restaurant padang, dimana restaurant kerja-sama dengan perusahaan tempat om kerja sehingga kasir dari perusahaan.

Restaurantnya terletak di Tol jagorawi km 38 dan tanpa pikir panjang aku langsung

menyanggupi, walau berbeda pekerjaan tak apa, aku ingin mencari pengalaman baru di kota yang lebih besar daripada ditempat kerjaku yang sekarang tidak mengalami kesulitan tidak ada proyek.

          Tahap pertama aku hari sabtu  harus pulang ke  Curup memberi tahu seluruh keluarga terutama kedua orang tua kalau ada lowongan kerja di Bogor.

Ketika aku sampaikan niatku ingin bekerja dan merantau ke Bogor, seluruh keluarga tidak keberatah hanya ibuku yang agak kuatir, aku maklum namanya juga seorang ibu  " Tik ... kalau bisa kerja jangan jauh-jauh, kamu itu anak peerempuan "

" Bu.. semua tergantung sama orangnya, biarkan dekat kalau aku tidak bisa jaga diri  yacchhh ... sama saja, sekarang selama aku kerja dan jauh sama keluarga apakah pernah aku  berbuat yang memalukan keluarga ? Kalau masalah jauh......... jika ada ada uang jauh bisa dekat dan kalau tidak ada uang yang dekat bisa jauh , jadi bu..

izinkan aku bekerja di Bogor yacchhhh .... " ibuku tidak bisa berkata apa-apa,karena  ibu juga tahu situasi tempat kerjaku ssekarang sedang tidak bagus.

          Akhirnya ibu menyetujui keinginanku dan aku berencana akan mengundurkan diri dari Dena Utama. 

          Tekadku sudah bulat akan merantau ke Bogor dan mencoba bekerja disana,te-man-temanku merasa sedih akan perpisahan ini, selama tiga tahun empat bulan kita

berkumpul dan mengalami suka duka bersama.

          Aku mengundurkan diri dari Dena Utama dan mendapat surat pengunduran diri untuk tambah persyaratan lamaran kerja nanti di Bogor.

Pengalamanku bekerja di Pt. Dena Uama dari bulan Juni 1990- Nopember 1993. 

          Keluarga dari Curup datang ke rumah bedeng untuk mengangkut barang-barangku untuk dibawa kembali ke Curup, dengan berat hati aku mengucapkan salam perpisahan untuk keluarga mba Ros,keluarga Mis.

          Aku seminggu di Curup dan setelah itu aku berangkat ke Bogor naik Bis, di Terminal Pulogadung akan dijemput.

 

 

 

 


 
 
posté le 30-12-2019 à 21:43:11

          Di kantor sudah tidak banyak pekerjaan , kita banyak menganggur kadang aku jenuh juga . Kita paling ngobrol atau mengerjakan pekerjaan yang bisa kita kerjakan seperti membuat laporan pajak dll.

          Aku seperti biasa membuat laporan accounting ke kantor pusat dan menerima pekerjaan dari mas Damsi yang harus dibukukan.

          Untuk menghilangkan rasa jenuh,  pulang kerja aku jalan kaki melewati jalan pintas di sepanjang pantai Panjang sambil mendengar deburan ombak ini yang mem-buatku jadi serasa  nyaman , aku senang sekali mendengar suara ombak.

          Om selalu bilang " Tut ... bagusnya kamu cari kerja lain, soalnya sekarang kita tidak dapat proyek lagi "  aku tidak bisa menjawab apa-apa , karena aku tidak punya informasi, seandainya aku dipindah ke Dena Hotel aku siap.

" Om Wahban mau datang ke Curup , nanti kamu minta carikan kerja , ommu khan...

banyak koneksi " katanya.

" iyaa... om " hanya itu yang bisa aku jawab.

          Akhirnya om Wahban datang berlibur ke Curup sendiri,  ketika jalan-jalan ke  Bengkulu aku dan keluarga Curup ikut mengantarkan ke tempat wisata dan selama di Bengkulu aku tidak berani bicara ke om  untuk dicarikan pekerjaan.

          Hari minggu Handi adiknya mba Ros datang ke rumah bedeng dan membawa berita kalau salah tamu hotelnya akan membuka kantor cabang di Bengkulu , jadi me mbutuhkan seorang pegawai wanita.

Aku ingin mencobanya siapa tahu aku diterima jadi pegawainya, kata Handi jika per- syaratan lamaran kerja sudah selesai agar diserahkan via dirinya atau aku langsung diantar kesana  dan aku pikir lebih baik aku minta diantar Handi kesana.

          Setelah persyaratan lengkap untuk melamar pekerjaan, aku diantar ke tempat

seseorang mencari pegawai, dengan berboncengan motor aku kesana dan kita di se -buah rumah aku dan Handi duduk di ruang tamu, kuperhatikan masih seperti rumah biasa belum seperti kantor. Tidak lama kemudian ada sesorang menyambut kita dia bilang kalau bapak yang kita akan temui sedang ada di proyek, Handi berbicara mak-sud  kedatangan kita, lalu map berisi lamaran kita tinggal.

          Ketika malamnya aku tidak bisa tidur mengingat tadi siang, berbagai pikiran terlintas di kepalaku, bagaimana seandainya aku diterima dan sendiri dirumah itu, ti-dak ada karyawan lainnya tentu akan menjemukan serta sebagai wanita aku takut.

Setelah aku melihat dan datang langsung kelihatannya aku kurang cocok dengan pe-kerjaannya. Setelah aku bicara dengan mba Tina dan mba Nang beberapa hari kemu-dian aku putuskan untuk membatalkan dan aku minta pada Handi untuk mengambil kembali lamaranku.

          Keinginanku aku sampaikan ke Handi via telpon dan dia berjanji akan menga -mbilnya serta menyerahkannya padaku, sorenya dia menyerahkan  Handi ke rumah bedeng dan surat lamaranku sudah kuterima kembali.

          Ketika Handi ke rumah mba Ros dia berkata padaku " Mba saya ketemu sama si bapak, katanya setelah dia lihat lamaran mba lalu dia pergi lagi ke proyek jadi be -lum sempat interiew sama mba eecchhhhh .... lamarannya sudah diambil lagi pada  -

hal katanya dia cocok karena sesuai dengan yang dia cari"

" Nanti kalau ada yang lain kasih info ke aku yacchhhh Ndi " kataku berpesan sama Handi. " Oke mba beressss  ......... " 

           Di kantor seperti biasa tidak banyak pekerjaan dan aku pulang jalan kaki di sepanjang pantai dengan mendengarkan deburan ombak dihadapanku dan berjejer pohon cemara melambai ditiup  angin hhmmmmm...... segarnya.

 

          

                                            Pantai panjang Bengkulu

                                        

 

           

 

 


 
 
posté le 26-12-2019 à 21:44:49

          Aku cepat-cepat kembali lagi ke Bengkulu, pekerjaan kantor sudah menunggu           Hari-hariku di isi dengan berbagai kesibukan dan jika sabtu pulang dari kantor seperti biasa pinjam buku di Perpustakaan, sedang hari minggu beres-beres rumah.

          Tetangga yang rumahnya di pinggirnya jalan punya anak perempuan namanya Ema, dia kuliah disalah satu Perguruan Tinggi swasta dan selalu minta bantuanku

untuk menterjemahkan tugas dari Bhs. Inggris ke Bhs. Indonesia sudah tentu aku senang sekali karena aku jadi tambah ilmu.

          Satu kali ..... dua kali..... dan yang ketiga kalinya Dosen curiga karena disetiap tugas yang diberikan hasilnya bagus  " Kamu pakai kamus karangan siapa ? kok........ setiap tugas yang diberikan hasilnya bagus ....? tanya Dosen penasaran.

Temanku menjawab "  wahhhhhh ........ pak saya lupa pengarangnya, tapi kamus  tebal segini  " temanku masih bercerita dengan gerakan tangannya , aku tertawa geli melihat  dia becerita.

" Yang dapat ilmunya saya..... yang dapat nilainya Ema " kataku sambil tersenyum.

Sejak itu Ema tidak pernah lagi minta bantuan padaku, mungkin dia tidak mau berbo  ng lagi  he he he ....

         Tender berjalan lancar dan yang datang mewakili   pengumuman Tender dari Dena utama yaitu aku dan mas Damsi, hasilnya Dena utama  mendapat proyek walau dapat Proyek kecil tapi jadilah untuk tambah Dapur ngebul.

         Ini pengalamanku menghadiri Tender dimana setelah selesai pengumuman kita dijamu makan prasmanan dengan menu yang menggairahkan serba enak hmm.... perbaikan gizi he he he

         Proyek berjalan lancar dan aku sering mendapat tugas keluar ke bank,pemda dll. karena proyek kecil jadi hanya dalam beberapa bulan saja sudah selesai dan akhir

nya kita lebih banyak menganggur hanya menunggu perawatan proyek jika ada  perbaikan.

         Sekarang aku ceritakan tentang omku, aku mendapat khabar kalau istri om

kena penyakit kanker payudara dan ini membuat semua terkejut karena tante ada -

lah seorang bidan yang sudah tentu kesehatannya sangat diperhatikan.

         Om sibuk mengantarkan istrinya berobat, untung sudah tidak banyak peker - jaan sehingga om bisa leluasa memperhatikan istrinya seperti ke  Jakarta mencari  mencari obat-obatan herbal seperti mencari empedu ular untuk obat.

         Di sa'at tidak banyak pekerjaan aku izin cuti karena sudah hampir dua tahun aku tidak cuti dan cutiku ini aku manfa'atkan untuk berlibur ke jambi, kebetulan di  kantor bapak ada Tour keluarga .  

         Kita berangkat ke jambi dengan beberapa Bis dan disana kita nginap di Hotel, makan dan biaya hotel di tanggung kantor jadi kita tinggal duduk manis saja.

         Teman-teman bapak membawa anak-anaknya yang masih kecil tapi untuk ba-pakku membawa anaknya yang sudah gadis, ketika anak temannya bapak menangis mungkin keinginannya tidak dituruti,  bapak bercanda  "  Anak mereka nangis minta mainan ...anak kita nangis minta apa yacchhh ? " sambil tersenyum  memandangku

" Kalau anak bapak nangis minta kawin he he he........ " jawabanku membuat kedua orang tuaku tertawa.

         Di hotel kadang ibu malas keluar dari kamar sedang bapak ingin melihat-lihat keluar hotel, jadilah aku menemani bapak , lalu ibu menemani bapak keluar sedang aku di kamar, ini membuat temen bapak heran sebab bapak baru saja lewat sudah lewat lagi  padahal pertama lewat denganku dan yang kedua dengan ibuku.

Banyak orang bilang rupaku mirip ibuku, begitu juga dalam hal ukuran badan hampir sama sehingga kadang aku meminjam baju ibuku.

Ibuku walau sudah punya anak lima tapi badannya mirip anak gadis masih ramping.

         Di jambi kita ke Sungai Batanghari yang terkenal dan ke pasar penjualan barang keramik, jambi terkenal dengan barang keramiknya dan aku membeli beberapa Vase bunga sebagian aku akan jual lumayan untuk tambah uang tabungan.

         Benar saja setelah pulang ke Bengkulu vase bunga yang aku beli di Jambi laris manis. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 


 
 
 

Ajouter un commentaire

Pseudo : Réserve ton pseudo ici
Email :
Site :
Commentaire :

Smileys

 
 
 
Rappel article