Otobiografi

Hidupku

posté le 11-03-2020 à 00:22:43

          Pemancingan Minaloka akhirnya ditutup karena sepi, padahal sudah berbagai cara dilakukan untuk menarik pengunjung, walaupun demikian rumah panggung yang biasa digunakan untuk jaga kalau siang hari tetap ada orang disana tapi malam hari tidak ada lagi yang jaga.

Sebagian ikan yang tersisa dikolam pemancingan di pindahkan ke kolam kecil yang di depan mess.

          Banyak kejadian di mess yang tidak pernah aku lupakan, waktu demi waktu dengan orang yang berbeda dan dengan kejadian yang berbeda juga.

Bisa dikatakan aku pakar di mess , orang sudah melalang buana sementara aku masih setia penunggu mess.

Ada salah satu anak mess yang telah berhenti kerja dan tidak tinggal lagi di mess bilang             : - Mba Tuti si perawan tua masih setia menunggu di mess                                              yacchhh...... dia jadi penunggu mess abadi. 

 

Itu kalimat yang dikatakannya dan disampaikan oleh seseorang padaku, ini benar-benar menyakitkan, kata-katanya begitu pahit.

Yaaaa... Allah inikah cobaan darimu agar aku semakin kuat, inikah arti mimpiku dulu manjat bukit dan aku tertinggal jauh dari masku, yacchhh ... inilah arti mimpiku dalam kenyataan masku sudah menikah dan mempunyai seorang putri yang manis sementara aku masih meniti karir dan masih belum mendapatkan jadohku.

Berbagai cibiran,sindiran yang aku dapat dari orang-orang disekitarku, ada yang langsung didepanku dengan gurauan dan yang paling banyak bicaranya dibelakangku. 

Malah ada yang bilang , bagaimana mau dapat jodoh kalau di mess saja dan enggak pernah keluar. Memangnya kalau sering pergi-pergi dijamin dapat jodoh dan juga kalau punya pacar harus dinampakkan , ada-ada saja jalan pikiran orang kalau di dengar bisa bikin pusing sendiri.

Ada yang lebih menyakitkan lagi, ada yang bilang ke Melli yang tinggal di mess,

     : - Mel... jangan dekat-dekat sama mba Tuti, nanti kamu ketularan jadi perawan

          tua lho...

     : - Ecchhhhh ... jaga mulutmu, apa kamu sudah bisa membahagiakan orang tua-

          mu, saya malah salut buat mba Tuti dia bisa membahagiakan kedua orang tua

          nya sementara kamu apa yang sudah kamu perbuat.

Kiranya Melli membelaku , terima kasihhh.. ya Melli, kamu tahu keadaanku dan posisi yang aku alami. 

          Di malam hari ketika sholat Tahajud aku hanya bisa mengadu ke Allah, dengan air mata mengalir dipipiku. Sering aku susah tidur memikirkan hal ini, apakah dengan lamanya aku sendiri ini artinya aku harus membahagiakan kedua orang tuaku dulu ataukah Allah mempunyai rencana yang terbaik buat hambanya atau juga  mungkin jika aku menikah belum kuat pondasinya karena hanya Allah yang tahu.

           Ada cerita nichhh... ketika sore aku pulang dari kerja, saat aku berjalan me -nuju mess dijalan yang kiri-kanannya ada pohon bambu ketika kakiku melangkah dan hendak menuruni tangga, kakiku terhenti ........... seekor ular kecil lewat, aku kaget sehingga kakiku tergantung tidak menginjak semen eettt.... kiranya si ular kaget dan berhenti sejenak, sa'at itu aku berpikir menurunkan kakiku atau membiarkan ular itu berlalu terlebih dahulu, untung aku cepat memutuskan lebih baik kupersilahkan ular berlalu baru aku. Setelah ular lewat kakiku melangkah lagi..... setelah tiba di depan mess dengan gerak rifleks aku loncat dan sambil berteriak ularrr ..... !

Teman-temanku yang di mess tertawa melihatku, karena mereka sudah terbiasa lihat ular, malah pernah salah satu temanku pernah dipatuk ular ketika akan cuci tangan di kran dekat pagar kawat; waktu itu malam hari dan dengan bantuan satpam kita para wanita naik mobil perusahaan ke rumah sakit, sebab ular yang mematuknya jenis ular beracun walau ularnya kecil.

          Sekarang kembali kepada diriku, aku sekarang bukan Tuti seperti  SMA dulu yang pendiam, aku sejak tinggal di Bogor mulai berangsur-angsur berubah aku mulai banyak bicara , semua aku pelajari dari bapakku ketika aku pulang untuk liburan dan aku bertanya pada bapak serta mengajarkan aku untuk mulai dalam suatu pembica-raan, walhasil jadilah aku  yang sekarang.

Pelajaran yang berharga untuk pergaulan dari seorang bapak pada anaknya, terima kasih bapakku yang tersayang..... 

 

 

 

 

           

 

 

 


 
 
posté le 06-03-2020 à 23:09:19

          Pemancingan Minaloka banyak kegiatan seperti  Acara Perlombaan Mancing, tapi walaupun begitu tidak bisa juga menyebabkan maju. Hari minggu lumayan juga ada yang mancing. Sore hari ada seorang pemuda datang ke mess, dia minta air untuk minum obat katanya dia sakit perut dan numpang ke ke toilet .

Dari pembicaraannya aku tahu kalau dia pelanggan mancing dan dia orang Bandung , aku perhatikan orangnya lumayan ganteng.

Sejak itu kalau dia mancing suka numpang ke toilet di mess , kiranya teman-temanku di mess memperhatikan dan mereka mengatakan syiir-syiranku. Ada-ada aja......

Terakhir dia mancing dan tidak numpang ke toilet lagi setelah pak Daud bilang kalau aku mama paknya ketika dia bertanya tentang diriku, mungkin dikira aku istrinya, padahal pak Daud maksudnya mama untuk anak-anak mess.

yyaacchhhhhh ... lewat lagi dechhh ... belum jodoh.

         

          Dari alamat berantai yang diselipkan di surat dari  para teman sahabat pena , aku mendapat teman dari Perancis, aku ingat th 1998 Perancis jadi tuan rumah World Cup Football dan sebagai Juara I Perancis, sudah barang tentu pada waktu tidak aku lewatkan dengan menonton di TV walau aku harus begadang karena perbedaan wak-tu dengan Indonesia.

Boleh juga aku coba untuk berkenalan, perkenalan lewat suratpun dimulai dan bebe -rapa waktu kemudian sekitar sebulan kemudian aku mendapat balasan surat.

Dari isi suratnya aku tahu kalau dia  single dan hidup dengan dua ekor kucing serta bekerja di AMCOR di Perancis. Dia baru saja bercerai dengan istrinya. 

Kita saling bercerita tentang negara kita masing-masing, didalam surat aku bercerita tentang world cup perancis th 1998. 

           Selain dia aku juga punya teman dari Spanyol yang masih single, dia bekerja di Kantor pemuatan visa, dia sering curhat padaku tentang wanita yang disukai keti-ka travelling ke Brasil tapi sayang si wanita sudah punya pacar.

Masih banyak lagi yang diceritakan padaku , intinya dia cocok denganku untuk tem -pat curhat dan akhirnya dia menawarkan aku membelikan aku computer untuk bisa internet sehingga memudahkan dia untuk curhat.

Begitu dia bilang berapa rupiah untuk beli komputer dan aku bilang harganya, tapi ketika aku bilang padanya dia tidak membalas lagi sehingga komunikasi kita putus, mungkin dia pikir aku bukan wanita baik atau wanita matrialistis.

Sejak itu pertemanan kita putus dan aku memakluminnya, banyak teman sahabat penaku datang dan pergi , ini aku maklumin mungkin dikarenakan kesibukannya atau juga masalah lainnya. Kita semua mempunyai kebiasaan menyelipkan alamat berantai di setiap surat yang kita balas.

           Aku mempunyai teman dari Perancis tiga orang, seorang ibu,seorang mayor atau walikota yang hidup bersama dengan pacarnya dan seorang duda yang hidup bersama dengan kedua kucingnya, nachhh ... untuk yang ini jika aku mendapat surat darinya aku menjulukinya Country road karena disuratnya dia bercerita jika dia berangkat kerja naik sepeda pokoknya kemanapun dia  pergi naik sepeda, katanya dia tinggal di kota kecil dimana bis antar kota dalam sehari hanya dua kali , oleh karenanya aku membayangkan alangkah sepinya pastinya melewati sungai dan desa lainnya.

           Dari perkenalanku awal dengan si country road cerita perkenalan situasi ne -gara masing serta kebudayaannya, akhirnya kita saling kirim photo.

Ternyata si country road ganteng juga, malah kalau aku boleh jujur dari teman-teman sahabat penaku yang pria hanya country road yang paling ganteng dan kelihatannya dia orang yang baik,jujur dan lugu serta karakternya apa adanya.

Itu semua aku baca dari isi suratnya dan dari photonya. 

Terus terang aku dan dia murni berteman tanpa ada rasa suka , apa lagi cinta.

Yang aku suka darinya dia rutin membalas setiap suratku dan ada saja ceritanya, begitupun aku tidak kekurangan cerita jika berkirim surat padanya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 
 
posté le 04-03-2020 à 21:25:32

          Di tempat kerjaku hampir setiap tahun diadakan tour karyawan aku ingat perta-ma kali tour ke Pelabuhan Ratu dan hanya diikuti karyawan saja, tapi tahun berikutnya di-ikuti karyawan beserta dua anak serta istri/suami, kita tinggal duduk manis karena sarapan dan  makan siang ditanggung Perusahaan.

Aku sering ditunjuk sebagai panitia Tour, kadang sebagai Bendahara,petugas P3K yaitu bagian pengobatan, yang paling sering aku ditunjuk sebagai P3K.

          Kali ini aku mendengar para staf kantor diajak big boss tour ke Singapore dan Malaysia banyak yang  menyangka aku akan diajak, dikarenakan aku termasuk staf, tapi dalam kenyataannya aku tidak diajak.

          : - Masak sicchhhh bu, tidak diajak .. khan ibu Tuti termasuk orang staf . kata salah satu karyawan.

          : - Benar pak.... apalah aku pak.... level aku khan cuman Pantai Cerita . jawabku sambil agak sedikit jengkel, karena bukan satu orang saja yang bilang seperti itu, hampir sebagian karyawan lapangan  berkata dengan topik yang sama  begitupun teman-temanku di mess heran kok pilih kasih kata mereka.

Aku hanya bisa tersenyum pahit, kata omku sebagai Direktur dia tahu yang membuat daftar untuk tour yaitu Manager Umum, semua orang tahu kalau dia tidak suka dengan Direktur dan aku tidak tau apa sebabnya. 

Memang dalam pekerjaan kadang ada persaingan dan saling sikut , omku itu Pemimpin yang baik,perhatian dengan karyawan tapi yang Manager umum sebaliknya banyak orang yang tidak suka karena dia sering masalah pribadi dicampur dengan masalah pekerjaan. 

          : - Mba...ini machh pilih kasih ,masak mba gak diajak. kata salah satu teman di mess. 

          : - Gak apa..... lihat nanti aku akan pergi yang jauh lebih jauh dari singapore 

               dan Malaysia, nanti ketika mau diajak ke Singapore maaf bu, aku akan

               pergi yang lebih jauh he he he he..

 

Temenku mendengar candaanku tertawa  sambil berkata , benar tuchhh mba harus dibegitukan dia , temenku yang lain mendengar ikut tertawa. 

          Di kantor ketika aku menyerahkan laporan, hampir tiap hari yang diobrolin hanya tentang tour, maklum dikantor semuanya perempuan dan yang ituuu .. tuchh semangatnya banget, hampir pembicaraan didominan sama dia , orang lain tidak mau membantah omongan yang dia bilang, cari amannya dari pada kena masalah dengannnya karena dia salah satu orang kepercayaan big boss.

Intinya yang penting dia senang... iya.. iya.. aja dechh.. begitu juga aku , aku iya iya aja ... aku hanya bisa memandang mereka dengan hati sedih dan setumpuk pekerjaan dan tanggung jawab. Ikhlas... ikhlas.... ikhlas... walau pahit. 

           Walaupun begitu hatiku agak terhibur juga ketika mereka pulang dari tour , aku banyak menerima oleh-oleh dari mereka berupa jam tangan,gantungan kunci kue dll. Ketika mereka bercerita tentang perjalannya di Singapore dan Malaysia aku hanya bisa jadi pendengar apa yang diobrolin mereka dengan berkata dalam hati alangkah beruntungnya mereka bisa pergi keluar negeri, kalau aku hal yang tidak mungkin bisa pergi kesana dan merasakan naik pesawat seperti apa yacchhh ... rasanya.

            Ketika aku menyapu halaman mess dan melihat pesawat timbul tenggelam tertutup awan aku selalu berkata dalam hati, rasanya seperti apa yacchhhh naik pesawat ........ kapan aku bisa naik pesawat........  lalu aku lanjutkan lagi menyapu halaman. Niatku jika aku punya rizki yang kali aku ingin bapak dan ibuku merasakan naik pesawat.

           Ternyata Allah memberi jalan untuk rizkiku, memang benar kata orang kalau rizki itu tidak hanya satu pintu , bisa datang darimana saja alias berbagai pintu.

Alhamdulillahhhh aku sambil titip krupuk biasa dan krupuk kulit di Rm. Sunda dan Rm. Tape Uli dan rizkiku bertambah. 

           Aku tetap membantu adikku yang hidupnya masih serba kekurangan, maklum untuk dapat uang hasil dari taxi tidak mencukupi karena bukan gaji tetapi tapi hasil presentase hasil per hari itu juga kalau dapat penumpang, kadang penumpang sepi padahal dia berangkat sebelum subuh dan pulang larut malam , bisa dibayang hanya beberapa jam di rumah dan harus pergi lagi.

Hanya aku tempat untuk dia minta tolong dari keluarga yang dekat yang bisa dimin-tain tolong dan aku harus memaklumi. Kadang aku pusing juga kalau tidak punya uang sementara dia sangat butuh, tapi yacchhh ... mau apa lagi, deritanya saudaraku yachhh .. deritaku juga dan bahagianya , juga bahagiaku.

 

 

 


 
 
posté le 28-02-2020 à 23:30:48

          Situasi setelah Reformasi tidak menentu, saling berebut kekuasaan ,saling menjatuhkan, aku jadi ingat mimpiku ketika SMA dulu bermimpi  "melihat Matahari kembar" ternyata ini tochhh..... artinya aku baru menyadarinya.

Tapi apapun itu aku tidak mau tahu ini adalah urusan elit-elit politik tingkat tinggi, aku yang orang kecil bisa makan saja sudah bersyukur walau makan dengan ala kadarnya.

          Tadi malam aku bermimpi kembali, dalam mimpiku " the big boss mengikat kaki-ku dengan pita merah lalu aku terbangun"  kejadiannya kira-kira sebelum subuh, berda-sarkan pengalaman jika sebelum subuh jika ini tanda-tanda dari Allah akan terjadi tidak lama lagi, kali ini apa lagi yang akan terjadi dengan diriku.

          Beberapa hari kemudian aku dipanggil oleh Manager Umum di kantor dan aku menghadap.

          : - Mba kita akan buka lagi restaurant Sunda, nanti tolong bantu mba untuk

               mengelolanya yacch....... jadi mba megang chinese food dan sunda food.

          : - Letaknya dimana bu ?

          : - Dekat Rm. Makan Mboek Tumboe.

          : - OOhhhhhh ...... disitu.

Tambah lagi pekerjaanku, kiranya mimpi beberapa malam yang lalu ini tochh,arti " di-ikat kakiku dengan pita aku dapat tanggung jawab baru ".

Setelah Rm. Sunda selesai aku hilir mudik pujasera - Restaurant sunda, kalau dibaya-ngkan udah mirip bola pingping saja aku.

oohhhhh yacchhhh........ ada lagi aku dapat tugas bendahara Mushollah juga, sudah kebayang bukan banyaknya pekerjaan yang aku pegang kadang kepalaku serasa panas kalau ketika banyak masalah, terutama menghadapi anak buahku.

          Mengatur orang lebih susah daripada mengatur benda mati, kalau benda mati jika diatur akan sesuai dan menurut sesuai yang kita kehendaki.

Tempat favoritku untuk menghilangkan rasa penat ketika hari libur yaitu Kebun Raya Bogor, aku pergi bersama Tetty atau teman mess lainnya, tapi aku lebih sering pergi dengan Tetty. Karena seringnya kita pergi kesana Tukang photo keliling hapal, sehingga tidak menawarkan lagi.

 

 

                                     Kebun Raya ( Botanical garden ) Bogor                  

 

 

          Disinilah aku sering keliling menghilangkan rasa penat dengan menghirup udara bersih dekelilingi pohon-pohon yang usianya ratusan tahun, dengan suara burung-burung disekitarnya dan pemandangan hijau yang menyejukkan mata walau letaknya ditengah kota. Kadang aku sebelum belanja untuk keperluan selama sebulan seperti sabun mandi, sabun cuci dll di Mall jogya, aku menyempatkan dulu pergi kesana.

          Dekat Kebun Raya Bogor ada Musium Zoology; aku pernah juga datang kesana karena aku penasaran ingin melihat-lihat jenis ular dan aku menemukan kalau ular dengan ekor tumpul maka itu jenis ular tidak beracun tapi kalau ekornya lancip maka itu jenis ular beracun. Ternyata yang sering aku temui di mess jenis ular beracun. 

Pernah ketika aku siang pulang untuk makan siang, didekat dapur aku melihat ular dalam posisi lurus dekat tembok, aku kaget ... sebenarnya ularnya tidak besar hanya kecil dan panjangnya hanya sekitar  60 cm dan kepalanya ada sinar bundar seperti matahari, aku cepat-cepat mencari orang yang ada di Minaloka ternyata ada Awis disana. Akhirnya  ular itu mati dipukul dengan bambu oleh Awis dan anehnya setelah mati lingkaran bundar yang bersinar di kepalanya tidak ada lagi.

Kata Awis itu ular matahari dan jenis ular beracun, serremmm......  

 

 

 

 


 
 
posté le 21-02-2020 à 20:19:02

          Keadaanku kembali normal setelah mengalami gagal jatuh cinta, alias jatuh cinta pada orang yang salah , ini  merupakan pengalamanku yang terulang kembali seperti di zaman kuliah dulu. Bagaikan layu sebelum berkembang..... nasib... nasib, tapi aku berpikir lagi mungkin dia bukan yang terbaik untukku, malah aku  bersyukur tidak jadi dengannya.

Seperti biasa aku tenggelam dalam kesibukan kerja sehari-hari, sampai-sampai aku tidak bisa pulang menghadiri adikku yang laki-laki menikah di Curup.

Aku hanya bisa memberi uang untuknya untuk ongkos pulang ke curup  dan yang lain-nya  yang tidak seberapa, ingin pulang tapi aku tidak bisa karena pekerjaanku susah ditinggalkan sehingga aku susah untuk minta cuti.

Walau aku susah untuk cuti  tapi keluarga selama ini sering datang berkunjung, kadang  sekeluarga dan kadang hanya bapak dan ibuku saja.

          OOohhhhh ........... iyaaa.......... mengenai adikku yang laki-laki , dia menikah dengan seorang gadis Curup yang dikenalnya belum lama ; mungkin kenal ketika dia pulang ke Curup karena sampai sekarang adikku belum mendapat pekerjaan, memang susah untuk mendapat  pekerjaan walau sudah menyandang gelar SH  (Sarjana hukum) , sudah berbagai usaha dilakukan tetapi belum juga dapat pekerjaan. Sementara ini dia tinggal di rumah om, setelah menikah sementara istrinya diboyong ke rumah om .

Aku belum sempat ketemu dengan istrinya tapi yang aku dengar istrinya cantik , dia anak pensiunan tentara, bapaknya orang Jawa tengah dan ibunya orang Palembang.

          Aku beruntung th 1994 aku sudah diangkat menjadi karyawan tetap, walau aku jadi orang kepercayaan boss bukan berarti gajiku besar , hanya banyak pekerjaan tapi gajiku tidak sesuai. Orang-orang sekitarku yaitu teman-temanku menganggap gajiku besar, kalau gajiku besar pastinya aku sudah beroya-foya, ini malah aku harus hemat kadang aku makan ala kadarnya dan bukan hal yang baru untukku.

          Pernah ketika Idul Adha tidak punya apa-apa , aku hanya punya sisa nasi kemarin dan terigu cuman 250 g serta minyak goreng, dengan bahan yang ada aku buat jadi makanan walhasil ludes juga makan bersama dengan anak-anak mess satu penderitaan. Selama aku kerja di Bogor ketika Idul Fitri dan Idul Adha aku tidak per-nah pulang merayakan bersama keluarga karena pekerjaanku malah lebih banyak.

Aku tidak boleh mengeluh ,aku harus kuat, semua adalah resiko kerja dan aku harus melihat kebawah masih banyak orang yang lebih menderita dibawahku. 

Punya kerja walau gaji tidak besar tidak apa yang penting halal dan nyaman, uang kalau diikutin pastinya kurang terus. Intinya ikhlas jadi kita akan nyaman dan selalu bersyukur ke Allah.

          Walau gaji tidak besar, alhamdulillahhh.... aku masih bisa membantu adikku setiap bulannya karena adikku masih belum bekerja dan masih menumpang sama om, terakhir aku dengar adikku tinggal di rumah Aas dengan ditingkat atas dengan anaknya yang baru lahir. Aku sudah bisa membayangkan betapa beratnya hidup me-numpang di rumah saudara tanpa pekerjaan .

          Hari itu Edi menemuiku untuk minta bantuan uang untuk melamar pekerjaan di Blue Bird sebagai supir Taxi, barang tentu aku membantu mana mungkin aku tega tidak membantu, saudara itu bagaikan diriku sendiri jika dia sakit akupun merasakan sakit,jika dia bahagia akupun aku ikut bahagia apalagi saudara yang dekat hanya aku. Akhirnya dia mendapat kerja , apapun pekerjaannya yang penting halal dan adikku beserta keluarganya pindah dari rumah Aas serta menyewa rumah di Depok.

Ketika libur aku menyempatkan diri menengok keponakanku dan kadang mereka yang datang ke mess.

Di Depok tidak lama lalu pindah ke Cimanggis dekat Komplek Auri, menyewa sebuah rumah kontrakan petak, aku juga sering kesana. Adikku dan keluarganya benar-benar hidup prihatin dan aku tidak mungkin tidak perhatian, aku hanya bisa membantu semampuku.

 

         Bulan Mei th 1998 terjadi Reformasi aku melihatnya dari TV di Pujasera, ini benar-benar seram, terjadi pembakaran,penjarahan,untungnya di Bogor aman-aman saja hanya di Jakarta, tapi walau kejadiannya disana dampak yang diakibatkan terutama dalam bidang akonomi lumpuh. Sejak itu turunnya Presiden Soeharto dan digantikan sementara oleh bapak Bj. Habibie sebagai wakil presiden sebelumnya.

Barang-barang jadi mahal , yang tadinya uang Dua puluh lima ribu dapat 10 liter beras,minyak goreng 1 liter dan beberapa bungkus indomie sekarang tidak bisa lagi.

Sebagai gantinya aku beli ikan asin yang paling murah, yaitu ikan asin jambrong dikenal dengan nama ikan krismon.  Hanya dengan makan ikan asin jambrong,daun singkong rebus dan sambal sudah cukup enak yang penting kuncinya lapar, jika lapar apapun lauknya tentu nikmat tapi kalau tidak lapar biarpun makan sama ayam atau daging tetap saja tidak nikmat. Untung saja di Area ada pohon pepaya,daun melinjo jadi bisa untuk tambah menu.

 

        Ketika aku cuti, aku pulang ke Curup berdua dengan Weti, kebetulan Weti belum pernah ke Sumatera dan ini merupakan pengalaman pertama untuknya pergi jauh dan menyebrang pulau. Kita naik bis dari Terminal Pulogadung dan menyebrang dengan kapal Ferry, Weti sangat menikmati perjalanannya.

Di Curup aku sudah tentu mengajak Wati ke Pemandian Air Panas Suban dan kita juga ke Bengkulu ke Pantai Pajang, hanya aku dan Weti.

Setelah keliling Bengkulu ke Benteng Malbourgh,Pantai Panjang kita ke Pasar membeli pesanan emak kangku dan sukun, tapi kali ini tidak beruntung sudah muter-muter pasar tidak menemukan sukun. Emak agak kecewa karena pesanannya tidak ada, mungkin sedang tidak musim . Kiranya itu adalah permintaan emak yang terakhir, emak meninggal setelah aku pulang dari Curup kalau tidak salah kira-kira sebulan aku pulang dari Curup. Badan terasa lemah lunglai mendengar emak meninggal, aku mendapat khabar dari om karena waktu itu komunikasi susah , di Mess tidak ada Telpon. Aku hanya bisa mendoakan dari jauh, SELAMAT JALAN EMAK TERSAYANG SEMOGA ALLAH MENGAMPUNI SEGALA DOSA-DOSAMU DAN MENERIMA SEGALA AMAL IBADAHMU..... AAMIIN. Air mataku menggenang dimataku, teringat ketika aku kecil dulu emak selalu bercerita sebelum tidur, yang mengajariku memasak dan masih banyak lagi kenangan yang tak pernah aku lupakan, emak sosok nenek yang baik demi cintanya pada cucu-cucunya rela meninggalkan suami semuanya dikarena-kan cintanya pada kami.

 

 

             

 

 

 

 

           

            

 

 

 

 

 


 
 
 

Ajouter un commentaire

Pseudo : Réserve ton pseudo ici
Email :
Site :
Commentaire :

Smileys

 
 
 
Rappel article