VEF Blog

Titre du blog : Otobiografi
Auteur : Tutisunaryati
Date de création : 07-06-2018
 
posté le 04-02-2020 à 19:58:25

          Untuk menarik orang beristirahat dan singgah , pihak Bogor Rest Area mebuka kolam Pemancingan , lumayan banyak lapak untuk mancing disana. Letaknya tidak jauh dari mess dan sebagian ikan diletakkan di kolam depan mess.

Ikan yang diletakkan disana ikan mas, tapi ada juga ikan mujair, ikan mujair paling cepat berkembang biak. Ikan mujair tidak sengaja diletakkan hanya ikan terbawa saja.

          Dengan adanya pemancingan mess kita tidak terasa sepi sebab pemancingan buka dua puluh empat jam alias non stop , jika malam ada saja orang yang mancing sampai pagi serta di rumah panggung pemancingan selalu ada karyawan yang jaga disana. 

          Lama-lama pemancingan banyak juga yang mancing begitu juga mess sudah banyak yang menetap, kali ini kamar mess yang dekat pohon jeruk  ditempati Pak yatman dan pak Burhan. Pak yatman tidak terlalu lama tinggal di mess hanya beberpa tahun tepatnya aku tidak ingat dan datang Adang,Acu . Mereka sementara tinggal di mess perempuan sebelum tinggal di mess laki-laki yang sedang dibangun,letaknya de-kat deretan gudang.

          Di mess banyak yang datang dan pergi, hanya aku adan Tetty yang menetap, mungkin mereka keluar dari T-Mart ingin mencari yang lebih menjanjikan.

           Th. 1996 dengan kesepakatan pak Direktur dan kep. karyawan serta disetujui big boss mendirikan Koprasi karyawan , dari hasil rapat karyawan aku terpilih menjadi bendahara dan aku tidak bisa menolak karena diberi kerpecayaan .

            Pekerjaanku tambah semakin banyak karena banyak karyawan yang menjadi anggota, sementara belum ada kantor para karyawan datang ke Rm. Multi Sarirasa di Pujasera dimana aku bertugas. Kadang karyawan datang juga ke Mess disaat aku istirahat, ini benar-benar melelahkan baik fisik maupun otak.

Ini merupakan pekerjaan sosial dimana pengurus tidak di gaji karena masih awal, tapi lama-lama aku mengusulkan agar di gaji karena aku sebagai Bendahara sering tekor, mungkin aku kelebihan ngasih uang kadang kembalian tidak dikembalikan.

            Tanpa terasa Koprasi makin lama makin maju dan  Koprasi mengadakan kredit barang Eletronik dari perusahaan big boss. Kali ini aku punya TV dan teman-temanku di mess senang nonton di kamarku, bisa dikatakan kamarku jadi tempat kumpul mereka.  Tetty juga punya TV tapi entah kenapa mereka lebih suka ditempat-ku.

             Ada kejadian yang tak pernah aku lupakan , sa'at aku selesai sholat tahajud sekitar jam 3.00 pagi dan posisi berdoa , tiba-tiba saja ada bayangan hitam besar melengok di jendela kamar, aku terperangah dan bayangan hitam besar itupun berlalu. Aku sudah bisa menebak siapa gerangan........... karena aku sudah akrab dengan keanehan yang terjadi di mess.

            Anak-anak mess rata-rata cantik dan manis, sudah barang tentu semua belum ada yang menikah sebab kalau sudah menikah tidak boleh tinggal di mess, hal ini sudah tentu menarik perhatian karyawan lainnya.  Terutama para lawan jenis yang masih bujangan, semua itu tak luput dari perhatianku ketika pagi hari ada saja para pria di Minaloka mulai tebar pesona. Minaloka adalah nama pemancingannya.

            Mereka pagi-pagi sudah gymnastic dengan mengangkat barbel yang mereka buat sendiri dari besi dan semen diujung kiri kanannya memakai semen, aku jadi ter-tawa sendiri melihat tingkah mereka.

Ada untungnya juga mereka ada disana, dengan adanya mereka jika kita memerlukan  pertolongan mereka selalu siap membantu, seperti supervisor mereka yang bernama Awis jika panen pisang atau metik kelapa muda kita selalu dapat bagian. Kebetulan di depan mess ada beberapa pohon kelapa.

           Ternyata di mess selain seram banyak ular dan kelabang, kelabangnya besar-besar, aku sering menemukan ular di dapur dan orang andalan kita Awis.

Pernah ketika aku duduk di depan mess , kelabang lewat di depan pintu ke pintu, oleh karenanya aku sering menyebar garam di pintu agar ular dan kelabang tidak masuk ke kamarku.  Yang aneh tingkah kelabang seperti memeriksa kamar satu demi satu dengan cara berhenti setiap kamar tanpa masuk kedalam, aku memperhatikan tanpa berani membunuh.