VEF Blog

Titre du blog : Otobiografi
Auteur : Tutisunaryati
Date de création : 07-06-2018
 
posté le 12-07-2019 à 12:50:40

          Akhirnya kita sampai juga di rumah , alhamdulillahhh kita selamat tanpa ada yang mengganggu selama di perjalanan dari Cirebon sampai rumah di Jogjayakarta tak henti-hentinya aku membaca ayat-ayat Kursi ,di Cirebon Sri ingin pulang terus , tentu  saja aku juga  meyakinkan  Sri agar istirahat sebentar dan jika sudah tenang bisa kembali lagi ke Cirebon. Aku,adikku dan Sri paginya ke Megelang ke rumah Sri, setelah  kuceritakan  semua  akhirnya  orang  tua  Sri mengerti dan kita kembali ke  Jogyakarta , besoknya aku harus kembali lagi ke Cirebon karena masih banyak yang harus aku kerjakan disana jangan sampai 6 bln hilang sia-sia.

         Besok harinya aku berangkat lagi ke Cirebon dengan naik kereta api, kali ini aku berangkat sendiri karena aku sudah tahu jalan di Cirebon, sama halnya seperti aku datang yang pertama sekitar 4 jam lama perjalanannya  tapi yang beda aku langsung dari Stasiun ke tempat kostku di Jln. Suryakencana.

         Keesokan harinya aku mulai menulusuri untuk mencari bahan skripsiku  karena aku sudah merasa cukup berkeliling,  pertama  aku  pergi  ke Pabrik  Makanan Ternak tentu saja aku mendapat surat pengantar dari Kepala Pelabuhan sehingga aku diterima disana.  Pagi itu aku berangkat ke Pabrik Pupuk Makanan Ternak, aku kesana menggunakan  pakaian  seragam  PDH  lengkap beserta assosiorisnya  agar dikenali walau seragam tidak di strika tapi jadilah, setelah dicuci bersih lalu aku lipat dan kuletakkan dibawah bantal,hasilnya lumayan mirip distrika, tak ada rotan akapun berguna istilahnya ....

          Setelah bertanya ke mba Beda  tentang  alamat  yang  aku dapat dari  Kepala bag. Humas  dimana letaknya serta bagaimana harus kesana.... akhirnya aku berhasil sampai disana , ternyata lumayan jauh dari kota, aku perhatikan Pabrik Pupuk Makanan Ternak cukup besar.  Aku  melangkahkan kakiku ke bagian  security dan  akhirnya dengan diantar security aku dipersilahkan menunggu diruang tunggu tamu untuk ber-jumpa  dengan  Manager Perusahaan  , barang tentu aku sudah  menyiapkan  banyak pertanyaan karena aku tidak ingin membuang waktuku yang berharga.

          Aku baru tahu dari Sekretarisnya ternyata Managernya orang Jerman,  setelah menunggu beberapa saat, Sekretarisnya mempersilahkan aku untuk masuk kedalam ruangan.  Aku berjabatan  tangan  dengan  pak Manager dan si Mister  menyebutkan namanya Alexander, di panggil Mr. Alex pintar, dia fasih berbahasa indonesia sehingga memudahkan aku dalam berkomunikasi.  Aku keluarkan pena dan kertas dari dalam mapku dan  aku sudah siap menulis apa saja yang di terangkan Mr. Alex.

         Aku perhatikan Mr. Alex sudah berumah tangga terlihat dari jari manis memakai  cincin Perkawinan ,  berpenampilan santai dengan kemeja putih  lengan panjang digulung setengah lengan, kepala agak botak ,berwarna pirang ,kulit putih ,bermata coklat serta berhidung mancung lumayan dan umurnya masih terbilang muda serta  ganteng pikirku.  Dari keteranga  Mr. Alex   ternyata Pabrik Pupuk Makanan ternak kerjasama Indonesia - Jerman, karena untuk mengangkut barangnya diperlukan Kapal besar maka dari itu Kapal tidak bisa merapat di Pelabuhan sehingga  diperlukan  Tongkang untuk pemuatan ke Kapal yang  letaknya agak jauh dari Pelabuhan otomatis bisa menambah biaya pengangkutan , tanpa  terasa aku selesai PKL disana selama dua hari, aku pamit pada Mr. Alex serta me-ngucapkan banyak terima kasih atas bantuannya. Berikutnya aku akan menelusuri ke AMKL ( Expedisi Muatan Kapal Laut )  yang mewakili  pengurusan  barang  sejak dari Pelabuhan sampai ke Kapal. Aku lupa nama EMKLnya yang jelas aku akan kesana dan mungkin aku disana selama dua minggu.

         Keesokan harinya aku  menuju ke  kantor  EMKL  disana  aku  diterima dengan senang hati oleh pimpinan EMKL merangkap pemiliknya , kantor yang sederhana tapi cukup nyaman, hanya ada pegawai sekitar 4 orang pegawai salah satunya mba Lastri yang berasal dari Jogjayakarta  aku banyak belajar  tentang  pekerjaan di EMKL dari mba Lastri, dalam sekejap aku akrab dengannya.

         Aku  diperlakukan  seperti  karyawan  layaknya  aku masuk  pagi hari dan  aku pulang sore hari, serta aku dapat jatah minum seperti karyawan lainnya kadang aku dapat nasi bungkus juga, lumayan sebagai penyambung hidupku untuk tidak mengeluarkan uang jadi hemat. Kadang malam hari perutku keroncongan karena aku makan cuman sekali itu juga makan mie instan yang kubeli di warung mba Beda , aku jadi lemes bukan main dan aku harus kuat besok, aku ingin cepat tidur tapi susah banget mata untuk dipejamkan. Badanku bolak balik mirip ikan dipanggang.. yachh ...... Allah cepat dong tidur agar perutku yang  lapar tidak  berasa lapar  lagi,  akhirnya  mataku terpejam dan keesokan paginya segar kembali.  Aku  sarapan hanya teh manis panas itu juga sudah cukup,  aku harus hemat sampai datang uang bulanan dari orang tuaku sebesar Rp 25.000,-  untuk th 1983 dicukup-cukupin walau sebenarnya tidak cukup. Aku terima kiriman uang via Pengiriman Pos jadi tidak repot.  Seringkali  hampir  akhir bulan  uang  bulananku  hampir  habis akhirnya aku hanya nasi dan krupuk itu juga cuman sekali, pernah begitu pulang dari PKL aku jalan dibawah teriknya matahari dan perut yang lapar sementara aku tidak punya uang aku hanya bisa menghirup sedapnya wangi makanan dari restaurant , yang aku lihat mereka  makan  dengan lahapnya  sementara  itu aku  hanya bisa  menelan  ludah  dan badanku begitu lemas karena sore kemarin aku tidak makan, paling nanti aku makan hanya mie instan karena hanya itu yang aku punya sampai menunggu kiriman datang dari orang tua. Beginilah nasib anak kost yang hidup pas-pasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Commentaires

Fanny39 le 12-07-2019 à 15:05:23
Merci, bon vendredi et bon week end en cet été 2019