VEF Blog

Titre du blog : Otobiografi
Auteur : Tutisunaryati
Date de création : 07-06-2018
 
posté le 26-04-2019 à 20:13:14

          Aku pindah mengaji dari mengaji di masjid Al'jihad di sore hari , akhirnya aku memutuskan belajar Al'quran di Pengajian Hambali, itu juga aku tanpa sengaja bertemu dengan bapak Hambali . Pak Hambali pelanggan tetap warung emak dan ternyata murid pak Hambali banyak dan murid pak Hambali ikut MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran )yang sering diadakan oleh Pemerintah saat itu , dibawah Pemerintah bapak  Presiden Soeharto.

          Aku mulai belajar ilmu tajwid, setelah itu baru aku belajar cara membaca lagu-lagunya atau alunannya, aku pengen sekali bisa baca dengan alunannya seperti ketika orang membaca Al'quran diwaktu sebelum subuh serasa  syahdu dan tenang mendengarnya.

          Setelah dalam beberapa hari aku belajar ilmu tajwid , disana bertemu dengan seorang wanita  berkulit coklat tua,memakai baju dress panjang,rambut panjang kepang satu dan kelihatannya lugu tapi baik, dari pembicaraan aku tahu dia tinggal di Air Bang dan bernama Mardiyah, aku kagum dengan itikad dia belajar.  Dari Air Bang ke Curup bukan jarak yang dekat. Sekali lagi aku acungkan jempol untuknya dengan semangatnya menuntut ilmu. Kita pulang bersama dan sejak itu kita menjadi akrab.

          Aku dan  mba Mardiyah didaftarkan untuk ikut MTQ tingkat lurah atau camat, aku lupa tapi yang jelas aku dan mba Mardiyah ikut kompotisi di Kepalak Siring , aku protes " pak aku egk mau , aku belum bisa alunannya dan masih belajar  " dengan tersenyum guruku berkata " udahhh.. enggak apa, untuk menambah pengalaman,lagian sudah bapak daftarkan" apa boleh buat..... dengan apa yg aku punya aku siap walau tidak yakin akan menang.

          Dan benar juga ketika tiba waktunya aku ikut MTQ dan ini jadi pengalaman pertama untukku dan aku tidak menang, itu jelas sebab aku belum bisa cara alunan Al'quran dan ilmu Tajwid juga belum banyak bisa.

          Aku dan mba Mardiyah sering diajak Tajiyah di tempat orang meninggal biasanya selama seminggu setiap malam, untuk itu  mba Mardiyah terpaksa menginap di rumahku sehingga keluarga semakin dekat dengannya.

          Besok memasuki awal bulan Ramadhan, seperti biasa ibu dan emak belanja serta masak daging untuk sahur pertama ,sore hari aku dan sobatku serta adikku  pergi Traweh pertama  ke Masjid Al'jihad dan kita melakukan 11 rekaat karena  Muhammadiyah berbeda dengan Masjid Jamik 23 rekaat.

          Pulang Traweh pertama aku cepat tidur, malam itu aku bermimpi dalam mimpiku aku berada di sebuah Gua,aku tidak nama guanya dan didalam gua aku melihat sebuah batu besar ditengah-tengah,Guanya tidak  tidak besar hanya cukup untuk dua atau tiga orang, "Disitulah dulu turun Al'quran " kata seseorang padaku , aku melihat batu yang ditunjuk,kulihat dibatu terang dan berganti-ganti tulisan Arab disana. Belum lama aku terpana melihatnya , orang itu berkata  lagi padaku " itu Nabi Muhammad datang " Aku melihat tapi aku hanya bisa melihat baju gamis beliau  yang berwarna putih lalu aku berjalan ber-iringan dengan beliau menuruni bukit, makin lama makin dingin kurasakan akhirnya aku bangun , ternyata aku bermimpi.

Lalu aku ceritakan mimpiku kepada seisi rumah , mereka bilang " kamu machh... tukang mimpi"  aku tidak bisa berkata apa-apa setelah pulang sholat subuh di Masjid siangnya aku sakit, badanku demam panas dingin dan kepalaku sakit aku sakit selama 3 hari aku tidak bisa bangun dari tempat tidur.

          Setelah sembuh dari sakit aku cerita tentang mimpi kepada mbah Ida, mbah Ida bilang" mimpimu bagus Tik , gua didalam mimpimu itu Gua Hira disitu memang tempat turunnya Al'quran dan guanya diatas bukit " lanjut mbah menerangkan, aku percaya sama mbah sebab mbah pernah pergi haji kesana dan apa yang diterangkan mbah sesuai dengan mimpiku.

Apa arti mimpiku itu ? tapi yang jelas jika bermimpi sering terjadi diberikutnya kadang sobatku sering cerita tentang mimpinya begitu juga aku ;aku sering cerita mimpiku kepada sobatku.

Kadang aku tidak yakin dengan mimpiku tapi setelah terjadi baru aku sadar ternyata mimpiku yang lalu ini tochhhh.... artinya. 

          Mbah Ida pernah bilang padaku, jika kita rajin sholat Tahajud dan puasa Senin-Kemis  maka kita akan dikasih sama Allah kelebihan,seperti insting kita tajam dan juga awet muda.

Alhamdulillahhh aku melakukan itu karena aku ingin jadi anak pintar, aku harus jadi orang yang berhasil dan aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku.