VEF Blog

Titre du blog : Otobiografi
Auteur : Tutisunaryati
Date de création : 07-06-2018
 
posté le 25-01-2019 à 08:56:38

PERUBAHAN HIDUP

           Hari pertama kita tinggal di rumah mbah Ida, kita tidur di loteng atas. Mbah Ida adalah sosok sorang wanita mandiri,tegas dan berwibawa. Aku sangat takut dengan mbahku. Mungkin karena aku belum terbiasa dengan mbahku.

           Aku dulu pernah bertemu dengan mbahku waktu umur beberapa bulan jadi masih bayi ketika itu,  malah sempat embah meminta agar aku tinggal bersama dengannya tapi ibuku tidak mengizinkan karena anak perempuan baru diriku.

           Mbahku tinggal bersama pembantu setianya mbok Musirah, mbok Musirah tidak punya anak maupun suami ,dia terkenal masakannya enak, Neni anak adopsi sejak bayi dan umurnya dibawahku, dia sepantar dengan adikku yang laki-laki dan satu lagi mbah kakung mbah Baduan Sato dia selalu membaca buku dan Al'quran di ruang tamu depan TV atau di ruang depan dekat pot-pot bunga dengan tatapan muka yang garang seaka-akan dia tidak suka dengan kehadiran kita.

            Ooooohhh ada lagi mbok cuci nama sebenarnya aku tidak tau tapi kita memanggilnya mbok cuci, orangnya kecil tapi lincah dan suka ngomong, aku suka dia orang menyenangkan sehingga aku cepat kenal dengannya. Mbok cuci tidak tidur di rumah mbah tapi dia kerja pagi setelah selesai pekerjaannya dia pulang. Pekerjaannya bersih-bersih rumah,ngepel,nyuci baju dan menggosok pakaian.

            Mbah sudah pensiun dan andalan penghasilan mbah dari uang pensiun dan buka praktek di rumah. Pasien mbah banyak karena mbah Bidan pertama  dan di Curup sehingga banyak yang mengenalnya. Mereka tidak tau kalau mbah punya anak kandung jadi ketika bapakku dan keluarga pindah di Curup mereka menyangka bapakku adalah anak angkat mbah, padahal terbalik justru yang mereka kenal selama ini dan yang tinggal bersama mbah adalah anak angkat mbah. Hanya om Wasol yang keponakan dari mbah Baduan. Tapi sekarang mereka sudah tidak tinggal sama mbah hanya Neni saja yang tinggal bersama mbah.

          Sekarang kembali ke aku, aku tidak banyak berbicara karena aku tidak bisa berbicara bahasa Curup jadi aku lebih banyak diam dan memperhatikan mereka berbicara aku ingin berbicara banyak tapi aku takut karena aku berbicara bahasa Jakarta asli.

          Besok kata mbah kita akan pindah ke rumah yang telah disiapkan oleh mbah ,sebuah rumah kontrakan yang tidak jauh dari rumah mbah sama-sama di jln. Kartini selisih 

7 rumah dari rumah mbah. 

 

 

 

Commentaires

tutisunaryati le 14-02-2019 à 16:35:52
Merci beaucoup pour comementaire mon ami. Bon après midi.
fanfan76 le 28-01-2019 à 22:07:09
Bonsoir Tuti, je ne comprends pas l indonėsien, mais longue vie à votre blog, fanfan